“Saya merasa mendapat kesempatan untuk menyampaikan kenapa saya bisa sampai di titik ini, seperti yang barusan disampaikan tarik ulur, pertimbangan dan sebagainya sampai di titik ini dengan hampir dukungan dari semua lapisan masyarakat, rasanya tidak ada lagi jalan bagi saya untuk mundur,” ungkap Kurnia Agustina Naser.
DARA | BANDUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung menggelar internal workshop konsolidasi dengan para pengurus kecamatan dan desa di Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/7/2020).
Dalam kesempatan itu, Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, Kurnia Agustina Naser untuk pertama kalinya memberikan sambutan di hadapan ratusan pengurus Partai Golkar.
Teh Nia, sapaan akrab Kurnia, menyampaikan hal-hal terkait perjalanannya hingga sampai di titik sekarang ini. Berbagai tantangan, pertentangan, tarik ulur dan pertimbangan sudah ia lalui sampai akhirnya mendapat restu dari suami dan orang tuanya untuk maju di Pilkada Kabupaten Bandung 2020.
“Saya merasa mendapat kesempatan untuk menyampaikan kenapa saya bisa sampai di titik ini, seperti yang barusan disampaikan tarik ulur, pertimbangan dan sebagainya sampai di titik ini dengan hampir dukungan dari semua lapisan masyarakat, rasanya tidak ada lagi jalan bagi saya untuk mundur,” ungkap Nia dalam sambutannya.
Nia menyebutkan sesungguhnya dengan terpilihnya dirinya mewakili Partai Golkar di Pilkada nanti, ia merasa beurat nyuhun, beurat nanggung, beurat narimakeunana karena ia menyadari banyak sekali kader-kader Partai Golkar yang potensial saat menjadi kandidat bakal calon bupati.
“Disana ada kakak saya Kang Deding, ada abang saya Kang Sugih, ada adik saya Kang Agung, ada sahabat saya Kang Yoga, ada akang saya Kang DS, ada Kang Uben juga, yang semuanya satu keluarga besar, semuanya adalah satu perjuangan,” ungkapnya.
Kesempatan tersebut, menurut Nia adalah saat yang tepat untuk mengajak semua pihak yang sudah menjadikan dinamis di lapangan selama ini, untuk terus bekerjasama dan bahu membahu mendukung Partai Golkar.
“Mangga ayeunamah urang sareundeuk, saigel, sabobot, sapihanean, rempug jukung sauyunan, rampak gawe babarengan, mudah mudahan dengan kebersamaan kita di sini apapun klarifikasi saya percaya pada proses penyelesaian tidak akan semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Nia.
Ia menekankan agar semua pihak bisa bersatu karena akan sangat disayangkan kalau Partai Golkar yang selama ini besar di Kabupaten Bandung menjadi buah bibir di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat mengalami perpecahan, karenanya Nia menginginkan semua pihak untuk menghindari perpecahan, “Tidak ada kemenangan tanpa persatuan,” katanya.
Karena itu, Nia pun memohon doa restu dan suport agar semua rekannya di kewilayahan bersatu padu membela Partai Golkar untuk bersama-sama memperjuangkan kebesaran dan keberhasilan yang sudah dicapainya.
“Akan sayang kalau ini akan tenggelam oleh isu-isu yang tidak sedap, tidak ada kemenangan tanpa persatuan, hindari perpecahan, itu yang selalu saya tekankan, jadi mudah-mudahan apa yang orang lihat tentang Partai Golkar di Kabupaten Bandung memang benar adanya, persatuan kokoh, tembok-tembok, genteng-genteng ulah potong, makna utuh sabilulungan,” lanjutnya.
Nia pun mengatakan bahwa dirinya sangat memahami dan akan mengikuti proses yang terjadi untuk sama-sama duduk satu meja dengan rekan-rekannya yang kemarin ikut mendinamisir di lapangan karena ia merasa ini keluarga besar dan ia bisa hadir di titik inii juga karena mereka.
“Tolong suport dan dukungannya agar teman-teman kemarin yang ikut menjadi kandidat di Partai Golkar juga open mind, karena mau tidak mau, suka tidak suka, ketika keputusan sudah diambil maka suara bulat harus satu komando. Dengan persatuan yang utuh mudah-mudahan Golkar Kabupaten Bandung bisa berjaya,” kata Nia.
Dia menyebutkan kalau situasi sudah dimungkinkan akan segera bersilaturahmi dengan para kandidat, karena menurutnya saat ini situasinya masih perlu waktu, dan ia akan memberikan keluangan waktu seluas-luasnya.***
Editor: Muhammad Zein