Tempa Kesiagaan Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Gelar Bintek TRC dan SAR

Senin, 12 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyadari daerahnya masuk katagori rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Search and Rescue (SAR) di Group House Cileunca Pangalengan, Senin (12/12/22).(Foto: Prokopim)

Menyadari daerahnya masuk katagori rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Search and Rescue (SAR) di Group House Cileunca Pangalengan, Senin (12/12/22).(Foto: Prokopim)

“Pelatihan ini sangat penting sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya bencana, sehingga para relawan penanggulangan bencana dapat lebih sigap dalam penanganan bencana.”


DARA| Menyadari daerahnya masuk katagori rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Search and Rescue (SAR) di Group House Cileunca Pangalengan, Senin (12/12/22).

Bimtek TRC dan SAR itu diikuti 50 peserta yang berasal dari unsur Pemkab Bandung, kecamatan, desa, dan relawan kebencanaan di Kabupaten Bandung.

“Pelatihan ini sangat penting sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya bencana, sehingga para relawan penanggulangan bencana dapat lebih sigap dalam penanganan bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama.

Ia mengatakan, Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan iklim dan kondisi geografis yang rawan bencana.

“Terjadinya bencana baik alam maupun non alam harus dapat kita antisipasi seoptimal mungkin, untuk memastikan keselamatan lebih banyak nyawa dengan kerusakan minimal,” tutur Uka Suska.

“Pelatihan ini dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko dan kesiapsiagaan, dalam penanggulangan bencana minimal pada wilayah masing-masing.”

Partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan dan pengurangan risiko bencana ini, imbuhnya, harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan teknis terkait dengan klaster-klaster kebencanaan.

“Berharap masyarakat dapat bertindak tepat dan cepat ketika terjadi bencana sewaktu-waktu,” ujarnya.

Uka Suska mengutarakan, bahwa dengan terbentuknya TRC penanggulangan bencana dapat melaksanakan tugas kaji cepat bencana.

“Pada saat bencana dapat secepatnya melakukan kesiagaan secepatnya meliputi penilaian kebutuhan, penilaian kerusakan, dan kerugian serta memberikan dukungan pendampingan BPBD dalam penanganan darurat bencana,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Uka Suska, untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan sikap perilaku untuk dapat membantu pelaksanaan pertolongan dan penyelamatan secara profesional dengan dilandasi moral.

“Harapan lainnya, para peserta TRC dan SAR untuk lebih kompetensi, disiplin, tanggungjawab, dan integritas yang tinggi, menciptakan sumber daya manusia potensi SAR yang memiliki semangat jiwa korsa sebagai insan SAR,” ujarnya.

Lebih penting lagi, kata dia, untuk memantapkan sikap, semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. “Mendahulukan keselamatan dan keamanan dalam membantu pelaksanaan operasi SAR dan menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir demi terwujudnya pelaksanaan operasi SAR yang cepat, tepat, aman dan terpadu,” ujarnya.

Uka Suska mengungkapkan, program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
“Mulai dari tingkat kabupaten sampai ke daerah, kecamatan dan desa. Untuk optimalisasi pencegahan dan kesiapsiagaan sangat diutamakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan TRC dan SAR Diki Sudrajat berharap dengan adanya pelaksanaan pelatihan dan bimtek ini, terbentuknya TRC penanggulangan bencana yang dapat melaksanakan tugas kaji cepat bencana.

Diki berharap, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan sikap perilaku untuk dapat membantu pelaksanaan operasi SAR secara profesional dengan dilandasi moral, kompetensi, disiplin, tanggungjawab, dan integritas yang tinggi.
“Harapan lainnya, menciptakan sumber daya manusia potensi SAR yang memiliki semangat jiwa korsa sebagai insan SAR,” harapnya.

Dilanjutkan Diki Anugrah, pelatihan ini juga untuk memantapkan sikap, semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, serta mendahulukan keselamatan dan keamanan dalam membantu pelaksanaan operasi SAR.

“Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir demi terwujudnya pelaksanaan operasi SAR yang cepat, tepat, aman dan terpadu,” ungkapnya.

Editor : Maji

 

Berita Terkait

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:21 WIB

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB