DARA | JAKARTA – Polemik soal isu surat suara tercoblos di tujuh kontainer terus bergulir. Bahkan, semakin panas. Saling tuding adu argument mengemuka akhir-akhir ini.
Nama sejumlah orang jadi bidikan. Disebut-sebut harus diusut, dipanggil atau diperiksa kepolisian, termasuk disebut juga Wasekjen MUI, Ustaz Tengku Zulkarnaen. Ketua MUI, Ma’ruf Amin pun angkat bicara.
Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain ikut mencuit isul surat suara yang tercoblos. Namun, langsung dihapus. Ma’ruf Amin menyindirnya dengan kalimat etika berpolitik di MUI.
“K ita boleh tentukan pilihan tapi nggak boleh menghujat, tidak boleh membuat isu tidak baik. Di MUI ada etikanya dalam menyikapi soal politik, sehingga kita akan melihat pernyataan itu sejauh mana menurut pihak kepolisian,” ujar Ma’ruf Amin.
Zulkarnain sudah menjelaskan ia hanya bermaksud meminta klarifikasi terkait kebenaran kabar surat suara yang tercoblos. Setelah mendapatkan klarifikasi, Zulkarnain menghapus tulisannya.
“Maka saya pakai tanda tanya. Masak nggak boleh tanya? Itupun 2 menit saya hapus. Kan 7 kontainer saya hapus karena murid saya bilang ‘jangan pak kiai, nanti ribut’. Saya cabut. Saya cuma upload 2 sampai 3 menit. Yang nyebar itu mereka,” jelas Zulkarnain kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/1/2019).
Sementara itu, Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli meminta polisi menindak tegas Zulkarnain atas cuitannya. Meski Zulkarnain sudah menghilangkan jejak digitalnya, polisi tetap harus mengusutnya.***
Editor: denkur