Terima KTA Dari Cak Imin, Dadang Supriatna Berlabuh ke PKB?

Jumat, 24 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dadang SUpriatna (kanan)  menerima KTA yang diserahkan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar  (tengah) didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal, (Foto: Istimewa)

Dadang SUpriatna (kanan) menerima KTA yang diserahkan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar (tengah) didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal, (Foto: Istimewa)

“Ya itu sesuai fakta integritas, secara otomatis mengundurkan diri, karena memang kan itu sudah ditandatangani oleh semua balon pada saat itu,” jelas Ketua Bapilu Partai Golkar Kabupaten Bandung, Dagus.


DARA | BANDUNG – Beredarnya foto yang diduga kader Partai Golkar Dadang Supriatna yang sedang menerima berkas dan kartu tanda anggota (KTA) dari Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal, beredar di dunia maya, Kamis (23/7/2020) malam.

Selain foto sedang menerima berkas, beredar juga foto yang bersangkutan sedang berdiri dan tersenyum dengan menggunakan kemeja berwarna hijau berlambang PKB di dadanya.

Hal tersebut menyusul kabar diusungnya Dadang Supriatna oleh koalisi PKB-Demokrat-Nasdem beberapa waktu lalu. Banyak netizen yang berkomentar positif dengan hijrahnya Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna ke PKB, namun tak sedikit juga yang berkomentar pedas.

Menanggapi beredarnya foto tersebut, Ketua Bapilu Partai Golkar Kabupaten Bandung, H. Dagus mengatakan belum tahu kebenarannya, namun jika memang itu merupakan benar sesuai fakta integritas yang sudah ditandatangani oleh para bakal calon bupati/wakil bupati partai Golkar sebelum penjaringan, maka yang bersangkutan otomatis keluar dari Partai Golkar.

Menurut Dagus, dalam fakta integritas tersebut dijelaskan bahwa jika DPP Golkar merekomendasi salah satu bakal calon menjadi calon maka yang lainnya wajib menjadi team untuk memenangkan calon yang direkomendasi. Namun jika balon yang tidak mendapatkan rekomendasi DPP diusung partai lain atau independen maka harus mengundurkan diri dari keanggotaan partai Golkar sebagai sanksi partai.

“Ya itu sesuai fakta integritas, secara otomatis mengundurkan diri, karena memang kan itu sudah ditandatangani oleh semua balon pada saat itu,” jelas Dagus pada dara.co.id melalui sambungan telepon, Jumat (24/7/2020).

Ia mengatakan bahwa sikap partai Golkar saat ini adalah menunggu sampai waktu pendaftaran di KPU, sebab dengan mengantongi tanda tangan dalam fakta integritas, semuanya sudah jelas bahwa siapapun yang diusung partai lain berarti keluar dari Golkar.

“Tapi kita akan menunggu sampai waktu pendaftaran di KPU ya, apakah yang bersangkutan memang benar mendaftar diusung oleh PKB, atau malah gugur ditengah jalan atau batal misalnya, jadi saya tidak bisa pastikan secara hukum kalau beliau belum daftar,” kata Dagus.

Status DS yang saat ini masih menjabat sebagai anggota legislatif di DPRD Provinsi Jawa Barat, lanjut Dagus, akan ditentukan setelah pendaftaran. Kalau memang ia mendaftar dari PKB, maka nanti akan segera ditentukan siapa PAW-nya.

Sebagai tokoh yang cukup senior di Golkar, Dagus mengaku kecewa dan prihatin dengan keputusan kader yang memilih pindah dari partai yang selama ini membesarkannya. Namun di sisi lain, ia juga bangga sebab dengan banyaknya partai lain yang ingin mengusung kader Golkar, itu berarti Partai Golkar sudah berhasil dalam kaderisasi.

“Ini sebetulnya dilema, dua sisi yang berbeda. Di satu sisi saya bangga dengan kaderisasi Partai Golkar, namun di sisi lain saya sedih, prihatin, kader yang kita didik dari kecil, kita besarkan bersama, malah pindah ke partai lain. Jujur saja, kalau dalam hal kaderisasi, partai Golkar itu memang yang paling banyak menghasilkan kader unggul, yang diincar banyak partai,” akunya.

Dagus berharap jika memang pada akhirnya DS maju dari partai lain, maka nantinya akan bersaing secara sehat, saling mengadu visi dan misi serta program yang terukur dan jelas bisa direalisasikan di masyarakat.

Dengan diusungnya DS dari PKB, menurut Dagus itu sudah jelas bahwa saat ini PKB memang sudah hengkang dari koalisi Golkar-Gerindra-PKB. “Ya sekarang tinggal Golkar-Gerindra saja, tapi itu saat ini. Belum tahu nih kedepannya, masih ada waktu kan, lagipula politik di pilkada sekarang memang lebih dinamis, banyak sekali gejolak di tiap partai. Kita berharap yang terbaik saja,” pungkas Dagus.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait kebenaran foto yang beredar tersebut, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung, Tarya Witarsa hanya mengirim pesan singkat, “Nanti pada waktunya akan saya undang untuk konferensi pers,” tulisnya.***

 

Editor: Muhammad Zein

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025
Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:45 WIB

Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:36 WIB

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Berita Terbaru