Betulkah karena terlalu memikirkan masalah hidup akan berakibat pada gangguna kesehatan? simak artikel ini.
DARA | Menurut sejumlah ahli, penyakit akan lebih mudah menyerang tubuh jika kita memiliki pikiran negatif.
Orang yang selalu berpikir negatif cenderung akan mengalami gangguan psikosomatis.
Dikutip dari Koran Gala, Senin (4/3/2024), Spikomatis berasal dari kata psyche (pikiran) dan soma (tubuh) yang artinya adanya keluhan secara fisik yang dialami oleh seseorang tanpa penyebab yang pasti, seperti luka maupun penyakit, melainkan disebabkan karena pikiran atau emosi.
Kondisi ini dapat terjadi pada semua kalangan usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
Biasanya, hal ini berawal dari masalah mental, seperti gangguan cemas, stres, atau depresi.
Perlu diketahui bahwasannya pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika seseorang takut atau cemas, detak jantung akan menjadi lebih cepat, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala dll.
Tubuh kita memilki gen yang berpotensi untuk menimbulkan penyakit, dan pada saat yang sama juga memiliki gen yang dapat menyembuhkan penyakit.
Jadi, meski pengidapnya melakukan pemeriksaan ke dokter, dokter tidak akan menemukan penyakit apa-apa.
Meski begitu, kondisi ini tidak dapat disepelekan, keluhan fisik akibat gangguan psikosomatis tetap memerlukan penanganan yang sesuai dengan gejala dan penyebab psikologisnya.
Editor: denkur