Terungkap Penyebab Keracunan Massal yang Menewaskan Dua Orang di Gununghalu

Jumat, 17 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terungkap penyebab keracunan massal di Gununghalu tempo hari, yakni berasal dari nasi putih yang terkena bakteri staphilococus aureus.


DARA | Begitu hasil uji labolatorium kesehatan. Sedangkan makanan lainnya, seperti ayam goreng, tumis bihun, dan tumis kentang dinyatakan aman.

Sebelumnya, 90 warga Cilangari Gununghalu Kabupaten Bandung Barat  mengalami keracunan setelah menyantap nasi boks saat pengajian peringatan Isra Mi’raj di Masjid As Saniyah, Sabtu (11/2/2023).

Dua warga meninggal dunia meski sempat dirawat di RSUD Cililin.

Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, membawa sempel makanan dari nasi boks untuk diuji laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Hernawan Widjayanto menjelaskan, staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang memiliki sifat resistensi terhadap panas.

Menurutnya, bakteri jenis ini banyak ditemukan pada permukaan kulit, lubang hidung, serta bagian tenggorokan dalam tubuh manusia dan hewan.

Bakteri tersebut, bisa berkembang biak dengan pesat manakala pindah ke makanan. Bahkan bisa menimbulkan infeksi.

“Gejala yang ditimbulkan jika mengalami infeksi ini adalah diare, nyeri dan kram perut, hingga mual dan muntah,” ujarnya, saat dihubungi, Jum’at (17/2/2023).

Gejala itu pula yang dialami warga Cilangari usai menyantap makanan nasi boks.

Ia menjelaskan, apabila makanan sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut, maka makanan itu menghasilkan racun dan tentunya membuat seseorang yang menyantapnya jadi sakit.

Sifat dari bakteri staphylococcus ini sebenarnya dapat dibunuh melalui proses pemasakan. Namun racunnya tidak secara otomatis hancur, bahkan masih bisa menyebabkan penyakit.

Hernawan juga menjelaskan, makanan yang disimpan pada suku kamar, bisa menimbulkan perkembang biakan bakteri dan menghasilkan racun.

Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menyimpan dan mengolah makanan agar tidak menjadi racun bagi tubuh.

“Demi menjaga kesehatan tubuh kita, alangkah baiknya kita berhati-hati saat menyimpan dan mengolah makanan itu,” tuturnya.

Editor: denkur

 

Berita Terkait

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025
Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras
BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Digagalkan Aipda Didik, Wanita Muda Itu Hendak Bunuh Diri, Terjun dari Jembatan di Sukabumi
Bertabur Bintang! Konser Musik Penuh Cinta Paling Ditunggu Bersama I LOVE RCTI di Bekasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Februari 2025 - 15:43 WIB

Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 15:33 WIB

Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:09 WIB

BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak

Rabu, 26 Februari 2025 - 06:12 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 26 Februari 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 06:09 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025

Berita Terbaru