DARA | TASIKMALAYA – Tiga masalah klasik yakni ketersediaan bahan baku, manajemen, dan pemasaran, yang membuat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi sulit maju.
Untuk ketiga masalah tersebut, menurut Wagub, Uu Ruzhanul Ulum, Pemprov Jabar sudah memiliki formula agar pelaku UMKM dan koperasi bisa bertahan dari krisis bahkan berkembang.
“Pertama, mengadakan pelatihan baik kepada para direktur atau staf yang lain seperti bagian keuangan, bagian pemasaran, dan yang lainnya.
Hal itu Uu sampaikan langsung kepada Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam acara Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemkab Tasikmalaya dalam Rangka Pemberdayaan KUKM di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, kemarin.
Dalam pelatihan yang dirancang, para pelaku UMKM akan diperkenalkan bagiamana menjaga kontinuitas bahan baku agar ketika permintaan sedang banyak para pelaku UMKM dan koperasi tidak kekurangan stok dan tetap berproduksi. Selain produksi, para pelaku UMKM koperasi juga akan diberi pengetahuan akuntansi sederhana dan manajemen bisnis yang baik, termasuk pemasaran.
“Pemerintah provinsi sekarang membuka pelatihan bagi UKM, baik koperasi termasuk koperasi siswa, koperasi pesantren, maupun yang lain untuk dididik tentang manajemen dan hal-hal yang lain,” ujar Uu.
Ia juga menekankan pelaku UMKM dan koperasi perlu menguasai pemasaran digital agar produk mereka tetap dilirik dan tidak hilang dari pasar. “Teknologi informasi yang sebenarnya kalau itu dimanfaatkan akan mempermudah untuk kita, baik mempermudah pemasaran, kemudian mempermudah hal lain, sehingga semuanya bisa terkontrol, terkendali dengan sistem digital ini.”.
Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemkab Tasikmalaya mengambil Tema: Peran Generasi Muda Menghadapi Fenomena Ekonomi Milenial. Sinergi dilakukan melalui upaya pelatihan kewirausahaan, pelatihan vokasional, pelatihan perkoperasian, bimtek tata kelola koperasi yang kurang baik, dan peningkatan kualitas produk UMKM.
Menurut Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan peran UKM dan koperasi dalam ekonomi nasional. Apabila ekonomi tumbuh dengan baik maka akan meningkatkan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, sehingga mengurangi angka kemiskinan.
“Tapi tidak saja mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus diikuti pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dan program pemerataan kesejahteraan ini tidak lepas dari peran koperasi dan UKM,” katanya.***
Editor: Ayi Kusmawan