Pasca lebaran, kasus positif Covid-19 di Cianjur, Jawa Barat, meningkat. Update hingga hari ini, jumlah total menjadi 5.183 orang, 136 orang meninggal dunia, dan 545 orang masih dalam penanganan, serta 4.388 orang dinyatakan sembuh.
DARA – Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengungkapkan terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 474 orang pasca lebaran kemarin.
“Jumlah tersebut dipicu mobilisasi masyarakat di momen lebaran, termasuk kehadiran pemudik dari luar daerah yang pulang kampung. Padahal, pemerintah pusat maupun daerah gencar menerapkan pelarangan mudik,” kata Yusman kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).
Yusman telah memprediksi momen perayaan lebaran lalu akan terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Cianjur.
“Karena ada mobilisasi warga, ada kontak erat satu sama lain, momen lebaran seperti berkumpul, termasuk adanya kunjungan dari luar daerah (pemudik),” ujarnya.
Namun dengan adanya temuan kasus itu, sambung Yusman, mengindikasikan proses pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) berjalan baik dan tepat.
“Kerja surveillance yang lebih baik, daripada kasusnya tidak terlacak dan tidak terdeteksi lalu tidak terjaga, lebih baik terdeteksi sejak awal. Pak bupati juga telah menginstruksikan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih masif pasca lebaran ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Sebayak 24 orang warga di Kampung/Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR.
Terpaparnya puluhan warga di wilayah Cianjur selatan itu dipicu mobilisasi masyarakat pada momen lebaran, termasuk kehadiran pemudik dari luar daerah yang kembali ke kampung halaman.***
Editor: denkur