Hasil pertemuan dengan perwakilan Taliban di Doha, Qatar akan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap terkait Afganistan.
DARA – Begitu dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (2/9/2021).
Retno mengatakan, tujuan pertemuan antara lain untuk melakukan compare (perbandingan) mengenai situasi Afganistan saat ini dan proyeksi ke depan, sehingga akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan ke depan.
Ada beberapa pesan yang disampaikan Retno atas nama Indonesia kepada Taliban. Khususnya agar sebisa mungkin membentuk pemerintahan yang inklusif.
“Kedua, pentingnya jaminan bahwa Afganistan tidak akan digunakan sebagai breeding and training ground bagi aktivitas kelompok teroris,” kata Retno seperti dikutip dara.co.id dari Republika, Kamis (2/9/2021).
Selanjutnya, ia meminta adanya penghormatan terhadap hak-hak untuk perempuan. Retno juga menjelaskan, tujuan Indonesia berperan dalam pembangunan Afganistan semata untuk mencapai stabilitas keamanan.
“Kami juga menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki fasted interest di Afganistan, satu-satunya keinginan di Indonesia adalah melibat Afganistan yang damai, stabil, dan makmur,” ujar Retno.
Sebelumnya, Retno bertolak ke Doha, Qatar, pada Kamis (26/8/2021). Dalam kunjungan tersebut, Menlu Retno bertemu dengan Perwakilan Kantor Taliban.
“Di sela-sela kunjungan saya ke Qatar, saya juga bertemu dengan Perwakilan Kantor Politik Taliban di Doha (26/08),” kata Menlu Retno melalui akun resmi Twitternya.
Dalam kesempatan bertemu dengan Taliban, Menlu Retno menyampaikan kepada Taliban sejumlah hal. Pertama, Indonesia meminta Taliban menjalankan pemerintahan inklusif di Afghanistan, kemudian menghormati hak-hak perempuan.
“Saya menekankan kepada Taliban untuk memastikan Afghanistan tidak menjadi tempat berkembang biaknya organisasi dan kegiatan teroris,” ujar Menlu Retno.***
Editor: denkur | Sumber: Republika