Usmar Ismail Bapak Film Indonesia yang Dianugerahi Sebagai Pahlawan Nasional

Kamis, 11 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usmar Ismail (Foto: IST/VOI)

Usmar Ismail (Foto: IST/VOI)

Nama Usmar Ismail tak asing lagi di dunia perfilman tanah air. Ia dijuluki sebagai Bapak Film Indonesia, dan hari ini diberi anugerah sebagai Pahlawan Nasional.


DARA – Pengumuman Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November dan penganugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021, di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Lalu bagaimanakah kiprahnya sang sutradara film ini?

Usmar Ismail adalah sutradara Indonesia kelahiran 1921. Ia adalah sosok paling berpengaruh terhadap industri persinemaan Tanah Air.

Salah satu karya paling bersejarah dari Usmar Ismail adalah Darah dan Doa (1950) yang menjadi film produksi Indonesia pertama setelah merdeka.

Hari pertama syuting film tersebut, yaitu 30 Maret 1950, kini dirayakan sebagai Hari Film Nasional.

Lalu, di tengah suramnya dunia perfilman Indonesia pada 1955, Usmar Ismail dan Djamaluddin Malik akhirnya mempelopori Festival Film Indonesia (FFI) untuk pertama kalinya.

Acara yang diniatkan sebagai ajang membangkitkan kembali industri perfilman Tanah Air tersebut pun kerap digelar dan sudah berlangsung selama 41 kali hingga 2021 ini.

Sebagai sutradara, film garapan Usmar Ismail juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan internasional, salah satunya adalah film Tamu Agung (1955) yang meraih piala “Film Komedi Terbaik” di acara Festival Film Asia Pasifik yang berlangsung di Hongkong pada 1956.

Kepeloporan Usmar Ismail dalam membangun perfilman nasional diakui oleh dunia internasional. Kepeloporan dan prestasinya patut dicatat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Tahun 1944, Usmar mendirikan kelompok sandiwara Maya yang juga turut menyebarluaskan berita proklamasi di masa kemerdekaan,

Kemudian di tahun 1950, mendirikan perusahaan film pribumi bernama N.V. Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia) yang kemudian membuat film Darah dan Doa (the long march of Siliwangi).

Film ini dianggap sebagai film Indonesia pertama dan kemudian hari pertama pengambilan gambarnya ditetapkan sebagai Hari Film Indonesia.

Tahun 1962, Usmar Ismail aktif mendirikan organisasi Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) di bawah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai wadah kegiatan kebudayaan, pendidikan, dan penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada masyarakat.

Film-film buatan Umar Ismail mengajak dan menawarkan nilai-nilai nasionalisme seperti Darah dan Doa (1950), Enam Jam di Jogja (1961), Kafedo (1953), Lewat Djam Malam (1954), Pedjuang (1960), dan masih banyak lainnya.

Usmar Ismail pun wafat pada 1971 karena penyakit stroke.***

Editor: denkur | dari berbagai sumber

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025
Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:45 WIB

Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:36 WIB

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Berita Terbaru