“Pelaku sudah diamankan, baru satu orang yang menodongkan pisau. Untuk pelaku yang membawa dan menodongkan pistol masih dalam pengejaran,” ujar Rifai.
DARA|CIANJUR– Viral video sejumlah preman melakukan pengancaman dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam di sejumlah lini massa.
Diketahui video berdurasi 2.48 menit itu terjadi di wilayah Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam video itu tampak sejumlah preman mengancam beberapa orang dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam.
Salah seorang pelaku yang mengenakan jaket salah satu organisasi masyarakat (Ormas) itu mengeluarkan pisau dan memiting korban, seraya mengancam dengan pisau di leher korban.
Pada detik 40, pelaku menyebutkan jika rekannya merupakan buser atau anggota kepolisian sambil menyuruh rekannya tersebut mengeluarkan pistol.
Terlihat jika rekan dari pelaku mengeluarkan sepucuk pistol dan ditodongkan pada wajah korban lainnya.
Bahkan pelaku meminta rekannya itu untuk menembak dan melubangi kepala korban.
“Sia apal teu saha eta? Bisi hayang nyaho polisi nu kieu teh lain nanaon. Buser kitu oge. Bolongan kagok pak huluna. (Kamu tahu siapa itu? Polisi kalau mau tau dia itu, bukan sembarangan. Lubang tanggung pak kepalanya),” ujar pelaku dalam video tersebut.
Para pelaku yang diduga berjumlah beberapa orang juga mengaku sudah mengantongi izin untuk melakukan sweeping dan pengancaman tersebut.
“Jadi kikieuan teh geus ngantongi izin, jeung aparat didieu na oge. (Jadi beginian kita sudah mengantongi izin. Dengan aparat disininya juga),” sambung pelaku.
Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai, mengatakan polisi sudah menangkap salah seorang pelaku aksi penodongan tersebut. Pelaku lainnya, terutama yang membawa pistol masih dalam pengejaran.
“Pelaku sudah diamankan, baru satu orang yang menodongkan pisau. Untuk pelaku yang membawa dan menodongkan pistol masih dalam pengejaran,” ujar Rifai, Rabu (19/5/2021).
Rifai mengaku belum bisa memastikan pistol yang digunakan pelaku merupakan asli atau hanya mainan. “Kita masih dalami, kita akan tangkap pelakunya supaya mengetahui pistol yang digunakan asli atau mainan,” ucapnya.
Rifai menegaskan jika pelaku yang sempat menodongkan senjata api bukan anggota Polri.
“Namun dipastikan jika orang tersebut bukan anggota polisi,” tegasnya.
Menurutnya motif para pelaku juga masih didalami. Namun dugaan sementara berkaitan dengan beroperasinya travel gelap. “Dugaan sementara terkait travel gelap, tapi pastinya masih kita dalami,” tandasnya.
Editor : Maji