Wakil Presiden RI: Potensi Zakat Indonesia Rp230 Triliun

Selasa, 5 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas Jabar

Foto: Humas Jabar

Ratusan trilian potensi zakat di Indonesia, baru dapat dikelola Rp8 triliun. Padahal, jika dikelola dengan manajemen yang baik, zakat akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

 

 

DARA | BANDUNG – Wakil Presiden RI, Ma’ruf  Amin, menyebutkan, potensi zakat Indonesia dapat mencapai Rp230 triliun. Namun, zakat yang bisa dikelola baru Rp8 triliun atau 3,5 persen dari potensi yang ada.

Meski demikian, pengumpulan zakat nasional tumbuh 24 persen dalam kurun lima tahun.”Meski tumbuh lebih baik, perlu terobosan lebih baik lagi karena masih jauh dari potensi zakat yang ada,” katanya, saat membuka World Zakat Forum (WZF) 2019 di Kota Bandung, Selasa (5/11/19).

Oleh karena itu, Ma’ruf menginstruksikan lembaga dan organisasi pengelola zakat terus berupaya memperbaiki manajemen zakat. Misalnya, meningkatkan kesadaran masyarakat wajib zakat (muzaki) dengan berbagai terobosan.

Apalagi, pada era digital 4.0, pengelolaan zakat dapat terintegrasi dengan sistem digital. “Juga promosi bisa dengan event-event tertentu, agar pesan mengenai zakat sampai dengan baik ke masyarakat,” ujar Ma’ruf.

WZF diikuti lembaga dan organisasi pengelola zakat dari 30 negara Asia dan Afrika.kegiatan ini berlangsung hari ini hingga Kamis (7/11/19).

Menurut dia, WZF merupakan tempat untuk merumuskan optimalisasi zakat, karena jika dikelola dengan manajemen yang baik, zakat akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Tata kelola manajemen yang baik merupakan kunci utama dalam mendorong peningkatan upaya pengumpulan zakat.”

Sementara Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyebutkan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai saluran penggalangan zakat. Tujuannya untuk meningkatkan optimalisasi zakat.

“Tantangan yang dihadapi lembaga amil zakat dalam penyebaran dan pengumpulan zakat di era digital adalah mencari jalan yang paling mendekatkan kepada kebutuhan para muzaki akan kecepatan dan ketepatan dalam membayar zakat,” ujar Uu.

Ia optimistis, jika pengelolaan zakat optimal, angka kemiskinan di Jaawa Barat akan terus menurun. “Solusi mengentaskan kemiskinan di Jawa Barat ada Badan Amil Zakat. Semoga di Indonesia, Badan Amil Zakat jadi solusi (untuk menurunkan angka kemiskinan),” katanya.

Sekretaris Jenderal WZF, Bambang Sudibyo, menuturkan, forum internasional tersebut mengangkat tema Optimalisasi Peran Zakat Global lewat Teknologi Digital. Tema itu diangkat guna pengoptimal zakat dengan menggunakan teknologi.***

Eitor: Ayi Kusmawan

Berita Terkait

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Raih Kemenangan Idul Fitri dengan Film-Film Terbaik dan Seru Hanya di RCTI!
BAZNAS Jabar Gelar Buka Bersama 150 Anak Yatim, Ramadan Jadi Lebih Istimewa
Dokumen Perizinan Eiger Camp Lengkap, KDB Hanya 2% dari Total Lahan yang Dikelola
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:11 WIB

Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan

Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:59 WIB

Raih Kemenangan Idul Fitri dengan Film-Film Terbaik dan Seru Hanya di RCTI!

Berita Terbaru