Logo
Featured Image
Ilustrasi (Foto: website DJKN)
Nasional

Alarm Pasar Menyala: Rupiah Tembus 17.000, IHSG Tertekan, Komoditas Bergejolak

Jurnalis
Wartawan Redaksi
Editor Denkur 1 April 2026

Pasar keuangan global dan domestik sedang berada dalam fase yang tidak biasa.


DARA | Tiga sinyal besar muncul bersamaan dan semuanya mengarah pada satu hal: ketidakpastian yang makin dalam, sekaligus peluang yang tak bisa diabaikan.

Nilai tukar rupiah akhirnya menembus level psikologis 17.000 per dolar AS. Di tengah tekanan ini, Bank Indonesia mencoba meredam gejolak lewat strategi baru di pasar valas.

Namun, banyak analis menilai kekuatan rupiah ke depan tidak hanya bergantung pada kebijakan moneter, tetapi juga pada ketahanan fiskal pemerintah dan arah konflik global yang belum mereda.

Di saat yang sama, IHSG bergerak liar. Setelah sempat menguat, indeks kembali terkoreksi tajam dan kini sudah turun lebih dari 17% sejak awal tahun. Bahkan, jika melihat pola historis, posisi IHSG saat ini sudah mendekati fase krisis—mirip dengan periode gejolak besar sebelumnya.

Sentimen pasar pun masuk ke zona extreme fear, menandakan tekanan yang belum sepenuhnya usai.

Lalu, dari sisi global, pasar komoditas menunjukkan fenomena yang tak kalah menarik. Harga minyak melonjak tajam akibat gangguan distribusi energi dunia, sementara emas justru terkoreksi.

Pergerakan berlawanan ini mencerminkan pergeseran besar dalam preferensi investor—di mana dolar AS kembali menjadi primadona di tengah bayang-bayang kebijakan Federal Reserve dan eskalasi geopolitik.

Sumber: Kontan

Opini Pembaca