Logo
Featured Image
Jabar

Dedi Mulyadi Tanggung Penuh Biaya Perawatan Korban Penganiayaan di RSHS Bandung

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 23 Juni 2026

DARA | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan seluruh biaya pengobatan korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akan ditanggung hingga tuntas. Kepastian itu disampaikan Dedi usai menjenguk langsung kondisi korban pada Senin, 22 Juni 2026.

 

Dedi mengaku kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Namun, ia mengaku tidak sanggup melihat secara langsung kondisi fisik korban karena merasa sangat prihatin.

 

"Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Tetapi saya jujur, melihatnya pun tidak berani, tidak tega. Saya tidak sanggup melihat langsung kondisinya," ujar Dedi.

 

Menurut Dedi, saat berada di ruang perawatan, komunikasi dengan korban lebih banyak dilakukan oleh tim dokter. Sementara dirinya memilih mendengarkan penjelasan terkait perkembangan kesehatan korban.

 

Ia menegaskan ada dua hal utama yang menjadi perhatiannya saat ini. Pertama memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga sembuh. Kedua, memastikan keluarga korban tidak terbebani secara ekonomi selama mendampingi proses perawatan.

 

"Soal pengobatan menjadi tanggung jawab dokter. Tetapi terkait pembiayaan, seluruh biaya perawatan rumah sakit saya tanggung sampai selesai. Tidak perlu lagi mencari bantuan ke BPJS atau ke mana-mana," katanya.

 

Dedi juga mengungkapkan bahwa bantuan telah diberikan kepada keluarga korban agar dapat fokus mendampingi proses penyembuhan tanpa harus memikirkan kebutuhan sehari-hari di rumah.

 

"Keluarganya juga sudah saya bantu. Selama menunggu dan merawat anaknya, mereka tidak perlu lagi pusing memikirkan kebutuhan rumah tangga," ujarnya.

 

Imbau Perempuan Lebih Waspada

 

Selain memastikan penanganan korban, Dedi juga menyampaikan pesan kepada perempuan di Jawa Barat dan Indonesia agar lebih berhati-hati dalam menjalani hubungan maupun aktivitas di luar rumah.

 

Menurutnya, peristiwa kekerasan terhadap perempuan masih sering terjadi dan membutuhkan kewaspadaan bersama.

 

"Saya ingin mengingatkan seluruh perempuan di Jawa Barat dan Indonesia untuk lebih berhati-hati dan waspada. Jika bepergian dengan laki-laki, sebaiknya diketahui atau didampingi keluarga. Itu penting," katanya.

 

Dedi menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian terkait proses pencarian pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran.

 

Ia optimistis aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan menuntaskan proses hukum yang sedang berjalan.

 

"Kami sudah berkomunikasi dengan jajaran Polda Jawa Barat. Saya yakin tidak akan lama lagi pelakunya bisa ditangkap," ujarnya.

 

Tidak Perlu Open Donasi

 

Menanggapi adanya dukungan dan perhatian masyarakat terhadap korban, Dedi menegaskan bahwa saat ini tidak diperlukan lagi penggalangan dana atau open donasi untuk kebutuhan pengobatan.

 

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kebutuhan perawatan korban hingga selesai.

 

"Tidak perlu ada open donasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab terhadap warganya. Seluruh biaya pengobatan korban kami tanggung," tegas Dedi.

 

Opini Pembaca