DARA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka saluran telepon khusus atau hotline bagi warga Jabar yang berada di kawasan Timur Tengah, menyusul situasi konflik yang terus berkembang. Upaya itu dilakukan untuk memantau sekaligus memastikan keselamatan warga Jabar.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan langkah tersebut diinstruksikan langsung oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadk yang memiliki perhatian pada kondisi warga Jabar yang tersebar di sejumlah negara di kawasan timur tengah.

 

“Pak Gubernur concern terhadap keselamatan warga Jawa Barat yang ada di Timur Tengah. Itu menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi,” ujar Adi, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (3/3/2026).

 

Saat ini, kata dia, sudah ada kanal aduan berupa hotline yang bisa diakses warga untuk melaporkan kondisi terkini maupun kebutuhan mendesak, baik untuk warga Jabar yang berada di timur tengah maupun keluarganya yang menunggu kabar di Jabar.

 

“Untuk sementara disiapkan kanal aduan melalui hotline. Warga Jawa Barat di Timur Tengah bisa menyampaikan kondisinya dan apa yang diperlukan, nanti akan kami tindak lanjuti,” katanya.

 

Hotline tersebut dikelola oleh tim Humas Jabar dan Diskominfo Jabar dengan nomor 0821-2603-0038.

 

Adi menjelaskan, laporan yang masuk akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk apabila diperlukan hingga ke pemerintah pusat.

 

Terkait jumlah warga Jabar di kawasan Timur Tengah, Adi menyebut data masih terus diperbarui karena sebarannya berada di berbagai kota dan negara.

 

Warga tersebut tersebar di Iran, Kuwait, Yaman, serta sejumlah negara sekitarnya dengan latar belakang beragam, mulai dari pekerja migran, mahasiswa, hingga jamaah umrah yang tertahan akibat situasi keamanan.

 

“Beberapa sudah menyampaikan kondisi mereka kepada kami, dan komunikasi terus kami lakukan secara bertahap,” ucapnya.

 

Pemprov Jabar memastikan hotline tersebut menjadi jalur komunikasi awal untuk memantau kondisi warga sekaligus mempercepat respons apabila dibutuhkan langkah lanjutan.