I Keuangan menjadi kendala pengurus provinsi (Pengprov) Komite Nasional Olah Raga (KONI) Jabar menjelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi Jabar XV/2026.
Aktivitas olah raga regional empat tahunan ini di agendakan mulai 7 hingga November 2026 di Kota Bekasi, Kota Bogor dan Depok. Ketiga daerah ini menjadi tuan rumah utama.
Empat nara sumber pada Diskusi Publik PWI Jabar bertajuk “Mengawal Arah Kebijakan Olahraga Jabar" yang digelar di Aula PWI Jawa Barat, Rabu 29 April 2026, soal keuangan ini menjadi pembahasan yang krusial. Sebab event olah raga tersebut harus dipersiapkan dengan matang dan salah satu unsur persiapan pelaksanaan itu adalah soal pendanaan atau keuangan.
Empat narasumber yaitu Asisten Deputi Pengelolaan Jasa, Sarana, dan Prasarana Olahraga Kemenpora, Tri Winarno; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar, Hery Antasari; Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Amung Ma’mun; dan pelatih taekwondo, Taufik Krisna. Sebagai moderator diskusi adalah Kesit Budi Handoyo, wartawan olahraga.
Ketua Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jabar, Sugito, mengungkapkan soal kendala keuangan itu. Menurut dia, hingga saat ini cabor belum memperoleh Bantuan Operasional Kegiatan (BOK) dari KONI Jabar, karena KONI sendiri belum memperoleh dana hibah dari Pemprov Jabar.
Krena itu Sugito sangat berharap bantuan bisa segera dicairkan Pemprov Jabar, agar KONI Jabar bisa segera memberikan bantuan ke cabor.
Senada, Ketua Harian FAJI Jabar, Sorta Mina mempertanyakan dukungan pemerintah. Karena tanpa dana pembinaan, mustahil prestasi akan terwujud.
Terlebih, olahraga arung jeram berbeda dengan olahraga lain seperti voli sehingga sulit mencari sponsor.
“Sampai saat ini, pendanaan dana kami mengandalkan bantuan dari KONI Jabar, Apa pun yang terjadi akan maju pantang menyerah. Tapi, tetap sarana-prasarana merupakan faktor yang paling mendukung,” tegasnya.
Di sisi lain Kepala Dispora Jabar, Hery Antasari menegaskan, kendala pencairan dana bantuan itu tidak hanya terjadi di Jabar, tapi di seluruh Indonesia karena terkait efisiensi.
“Khusus di Jawa Barat, bukan mengecilkan olahraga atau multievent, tapi sekarang kan ada prioritas yang sedang diusung pemerintah provinsi yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ucap Hery.
Dia pun berharap dalam beberapa tahun ke depan, termasuk olahraga, akan menjadi lebih baik.
“Biasanya di tengah-tengah tantangan kreativitas akan muncul dalam menggali sumber pendanaan untuk olahraga,” ucap dia.
Mengenai dana hibah, Hery mengatakan, sedang diproses, termasuk untuk KONI segera dicairkan.
Hibah untuk KONI pada tahun ini sebesar Rp 20 miliar. Sedangkan pencairan dana untuk Porprov, Hery belum bisa memastikan.
“Mudah-mudahan cepat. Kalau menurut rencana sih Mei harusnya sudah dilaksanakan,” ucap Hery.
Meski begitu, dia menekankan, Porprov 2026 akan dilaksanakan dengan persiapan “on the track”.
“Kita masih terus bekerja dan berjalan sesuai dengan yang telah kita rencanakan. Ujung-ujungnya kalau bisa quattrick (juara PON), kenapa enggak. Kalau dengan keadaan kita, bisa berprestasi, kenapa tidak,” paparnya.
Di luar itu, Hery mengatakan, indikator kinerja utama gubernur yang ada di Dispora Jabar itu bukan olahraga tetapi indeks pembangunan pemuda.
Sedangkan mengenai olahraga, bukan cuma olahraga prestasi yang ada di bawah KONI, juga olahraga kemasyarakatan, misal senam dan budaya.
“Semua itu harus diperhatikan pemerintah,” pungkasnya
