Logo
Featured Image
Foto: Istimewa
Daerah

Wali Kota Sukabumi Buka Sosialisasi Ponsel Ayeuna sebagai Tempat Konsultasi Keluarga

Wartawan Dian Chaeryanti
Editor Denkur 20 Juli 2026

Inilah empat prioritas pembangunan Pemerintah Kota Sukabumi.


DARA | Empat prioritas pembangunan tersebut adalah penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pengurangan pengangguran dan percepaan pembangunan infrastruktur.

Begitu dijelaskan Wali Kota Sukabumi H Ayep Zaki saat membuka sosialisasi "Ponsel Ayeuna" di Kecamatan Cibeureum, Senin (20/7/2026).

Menurut wali kota untuk mendukung agenda tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi mengoptimalkan Program Ponsel Ayeuna sebagai pusat konsultasi keluarga yang memberikan layanan pendampingan gratis dan mudah diakses masyarakat.

"Persoalan stunting memerlukan intervensi lintas sektor, yakni DP2KBP3A, dinas kesehatan, dinas sosial, TP-PKK, kader Posyandu, hingga BLUD RSUD R. Syamsudin, SH. Kolaborasi sangat penting karena kualitas keluarga menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial," tutur wali kota.

Program Ponsel Ayeuna, lanjutnya, dikembangkan sebagai pusat konseling keluarga yang memberikan konsultasi gratis sekaligus solusi atas beragam persoalan rumah tangga bagi warga Kota Sukabumi.

Sosialisasi ini diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dan dihadiri Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah.

Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi Yadi Mulyadi menjelaskan, Program Ponsel Ayeuna merupakan inovasi yang lahir dari gagasan Wali Kota Sukabumi sebagai pusat konsultasi keluarga.

Program ini dipadukan dengan berbagai kegiatan pelayanan yang langsung menjangkau masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemberian bantuan pangan.

“Target awal layanan sebanyak 10 konsultasi per bulan. Pada bulan Juli 2026, jumlah pelayanan telah mencapai 125. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendampingan keluarga cukup tinggi,” ujar Yadi.

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah menegaskan, berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini berakar dari melemahnya fungsi keluarga.

"Kerentanan moral, gangguan perilaku anak, hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat merupakan dampak yang muncul ketika keluarga tidak menjalankan peran pengasuhan dan pendidikan karakter secara optimal," ujarnya.

Ia menilai, pendekatan pencegahan perlu menjadi prioritas dibandingkan penanganan setelah masalah sosial berkembang.

Ponsel Ayeuna diposisikan sebagai ruang konsultasi yang aman, responsif, dan mudah dijangkau untuk mendeteksi persoalan sejak dini.

“Permasalahan setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari anak yang belum mampu membaca, kasus kehamilan di luar nikah, hingga kenakalan remaja. Semua itu menunjukkan pentingnya membangun ketahanan keluarga dari hulu,” kata Ranty.

Sebagai Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Sukabumi, Ranty mengajak generasi muda mempersiapkan masa depan melalui perencanaan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga. Pembangunan karakter sejak usia remaja dinilai menjadi investasi penting untuk melahirkan keluarga yang harmonis dan generasi unggul.

Melalui optimalisasi Ponsel Ayeuna, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Penguatan keluarga dipandang sebagai kunci dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, berkarakter, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 dan visi “Sukabumi Bercahaya”.***

Opini Pembaca