Penghargaan ini diraih atas pencapaian melaksanakan program kerja KB selama tahun 2025.


DARA | Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali menorehkan prestasi dengan meraih sejumlah penghargaan dari Propinsi Jawa Barat (Jabar).

Dua penghargaan diterima dari GubernurJabar yakni Juara I Capaian Pelayanan KB Metode Operasi Pria (MOP) terhadap Total Capaian MOP Tahun 2025 serta Juara III, Capaian Pelayanan Peserta KB Baru MOP Tahun 2025. 

Selain itu,  DP2KBP3A KBB juga berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dari Badan Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2026.

Penghargaan tersebut seperti Capaian Program Pengendalian Penduduk Optimal Keseluruhan Kategori Kabupaten, Capaian Rumah Data Kegiatan Paripurna, 100 Persen, Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSHAT) Terlaporkan 100 Persen di Kampung Keluarga Berkualitas dan SSK Jenjang SMP Terlaporkan Terbanyak.

Kepala DP2KBP3A KBB, Panji Hermawan didampingi Kepala Bidang KB/ KR, Aam Lia Kartipa mengatakan penghargaan yang diraih dari Propinsi Jabar tersebut, atas pencapaian melaksanakan program kerja KB selama tahun 2025.

Penghargaan diberikan pada saat Rapat Koordinasi  Daerah (Rakorda) Kementerian Kependudukan, Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Kemenduk Bangga)/ BKKBN pada 26 Pebruari 2026.

"Alhamdulillah, kerja keras kita  dalam menjalankan program KB, mendapat berbagai penghargaan dari tingkat Jabar. Semoga saja, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan pelayanan," ujar Panji, Jumat (2/3/2026).

Diakuinya, berhasilnya program KB di wilayah KBB selama ini, tidak terlepas peran serta Lini Lapangan yang terdiri dari para penyuluh KB, Pos KB Desa dan Sub Pos KB Desa.

Merekalah kata Panji, yang menjadi garda terdepan dalam mensukseskan program KB di KBB.  Peran DP2KBP3A sendiri dalam hal ini, sebagai leading sektor penyelenggarakan Program KB berkomitmen untuk menjankan programnya sebaik mungkin.

Khusus MOP, Panji mengatakan cukup berlega hati atas pencapainnya, yang berujung meraih penghargaan dari Jabar. 

Pada tahun 2025, target KB Pria dari BKKBN Jabar adalah 10 akseptor dari Dana Alokasi Khusus (DAK).Namun setelah dikonversi, menjadi 100 akseptor. 

Ternyata realisasinya, menjadi 208 akseptor sehingga KBB memperoleh penghargaan itu.

Untuk pelayanan program KB, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dengan melibatkan para medis, mulai para dokter, para Bidan Mandiri dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

"Kita menyampaikan apresiasi kepada semua Lini Lapangan yang telah bekerja keras dalam mendorong para pria, untuk ber-KB. Juga dengan para medis di bawah naungan Dinkes," ujarnya.

Kendati demikian, capaian tersebut tidak boleh berada diangka stagnan untuk tahun selanjutnya. Pihaknya, terus berupaya memproklamirkan agar para pria untuk berpartisipasi menjadi akseptor. 

"Kita masih terus memproklamirkan hayu ber KB. Bukan hanya perempuan saja, tapi para pria juga jangan kalah ber-KB," katanya.

Lebih lanjut, Panji mengatakan jika program KB merupakan program yang memiliki efek domino cukup besar terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Salah satunya, tentang menurunkan angka stunting serta mengentaskan angka kemiskinan ekstrem. Salah satu faktor kemiskinan ekstrem,  lantaran membangun keluarga tidak direncanakan secara matang.

"Kalau tidak direncanakan, tidak keren. Lagipula kalau (jumlah penduduk) tidak dikendalikan melalui ber-KB, maka populasi penduduknya juga tidak bisa dikendalikan," ujarnya.

Editor: denkur