Logo
Featured Image
Jabar

Apresiasi Warga Taat Bayar Pajak, KDM: Untuk Pembangunan Infrastruktur dan Layanan Publik

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 4 September 2026

DARA | Gubernur Jawa Barat KDM mengapresiasi masyarakat yang terus memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Menurut dia, penerimaan tersebut menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

 

KDM mengatakan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak turut memberikan ruang fiskal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun berbagai fasilitas publik, mulai dari jalan, drainase, penerangan jalan umum (PJU), hingga trotoar.

 

“Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh warga Jawa Barat yang setiap hari terus melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor sehingga kita memiliki kecukupan dana untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur jalan, drainase, pemasangan PJU, trotoar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat,” kata KDM, Jumat (4/9/2026).

 

Dia mencontohkan penataan trotoar di kawasan Pasar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. KDM menilai trotoar di kawasan tersebut sudah tertata, meski masih menemukan persoalan penggunaan trotoar sebagai area parkir sepeda motor dan tempat berjualan pedagang kaki lima.

 

“Cuma parkir motornya masih di atas trotoar dan kaki limanya masih di atas trotoar,” ujarnya.

 

KDM menegaskan pembangunan di Jawa Barat tidak akan berjalan tanpa partisipasi masyarakat.

 

“Kami tidak ada artinya di Jawa Barat, tidak bisa membangun kalau tidak ada partisipasi warga. Saya menyampaikan haturnuhun,” katanya.

 

Selain infrastruktur, KDM menyebut Pemprov Jabar terus mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan daya tampung sekolah SMA dan SMK melalui pembangunan ruang kelas baru.

 

Di sektor kesehatan, Pemprov Jabar juga mendorong seluruh rumah sakit di Jawa Barat agar tidak menolak pasien. KDM mengatakan pemerintah provinsi siap membantu pembiayaan pengobatan bagi masyarakat yang tidak memiliki BPJS Kesehatan atau tidak mendapatkan cakupan pembiayaan dari BPJS.

 

“Apabila pasiennya tidak memiliki BPJS, tidak ter-cover BPJS-nya oleh pemerintah, maka kami tetap akan membantu untuk mengobati masyarakat tersebut dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia membayar tagihannya,” kata dia.

 

KDM juga menyampaikan program perluasan jaringan listrik bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik. Dia menyebut masih terdapat sekitar 80.000 warga yang belum mendapatkan jaringan listrik dari total sekitar 500.000 warga yang sebelumnya berada dalam kondisi tersebut.

 

Menurut dia, sekitar 420.000 warga telah mendapatkan akses listrik selama satu setengah tahun masa kepemimpinannya.

 

Pemprov Jabar, lanjut KDM, juga terus mendorong perbaikan pengelolaan saluran irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan saluran air untuk mendirikan bangunan liar.

 

“Jangan gunakan saluran air untuk bangunan liar karena itu merugikan para petani dan menimbulkan banjir,” tegasnya.

 

KDM juga meminta para bupati dan wali kota terus melakukan penataan wilayah masing-masing agar pertumbuhan kota di Jawa Barat berjalan lebih baik, bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.

 

Khusus Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, KDM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penataan sehingga Bandung dapat menjadi kota yang diimpikan banyak orang.

 

Di sisi lain, KDM mengakui masih terdapat berbagai kekurangan selama satu setengah tahun memimpin Jawa Barat. Dia pun menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

 

“Kami mohon maaf, satu setengah tahun memimpin belum memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat dan kami terbuka terhadap berbagai kritik yang dilakukan,” ujarnya.

 

Menurut KDM, pembangunan merupakan proses yang tidak pernah sempurna. Kritik dari masyarakat, kata dia, diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan.

 

“Tidak ada pembangunan yang sempurna. Pembangunan itu adalah upaya untuk menyempurnakan dari berbagai kekurangan dan kami mengakui kami banyak kekurangannya,” katanya.

 

KDM pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus memberikan kritik dan evaluasi terhadap pemerintahannya.

 

“Semoga otokritiknya menjadi kebaikan untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

 

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca