| Peta kontestasi pemilihan Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026-2029 mulai mengerucut. Yudi Budiana diproyeksikan menjadi calon tunggal setelah dua nama yang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran, Okky Nugraha dan Lea Fadlan, menyatakan sepakat memberikan dukungan kepada Yudi.
Ketiganya bahkan hadir bersama dalam proses penyerahan formulir pendaftaran calon ketua umum di Tumbuh di Boemi Kafe, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (17/8/2026) malam.
Yudi mengatakan keputusan tersebut lahir melalui proses komunikasi dan diskusi yang dilakukan secara intensif. Menurut dia, dinamika dalam proses pemilihan merupakan bagian dari demokrasi organisasi.
"Saya juga berdiskusi sama Kang Okky beberapa kali, saya juga berdiskusi sama Kang Lea beberapa kali. Begitu pun Kang Okky mungkin juga berdiskusi sama Kang Lea. Itu proses yang sangat lumrah dan bagian dari demokrasi," kata Yudi.
Yudi menyebut kesamaan visi, misi, program, dan nilai menjadi titik temu yang membuat ketiganya memilih berjalan bersama.
"Secara program, kemudian visi misi, kemudian values, itu setidaknya kita bisa berjalan barengan," ujarnya.
Dalam deklarasi bersama tim pemenangan Yudi, Okky dan Lea turut menyatakan sikap untuk tidak melanjutkan pencalonan dan memberikan dukungan kepada Yudi.
Yudi sendiri membawa gagasan untuk melanjutkan capaian kepengurusan sebelumnya sekaligus meningkatkan sejumlah aspek yang dinilai masih perlu diperkuat.
Ia menilai standar kepemimpinan HIPMI Kota Bandung di bawah arahan Ibrahim Imaduddin Islam sudah cukup tinggi karena berhasil menghimpun pengusaha-pengusaha dengan kapasitas yang kuat.
"Ketua umum sebelumnya sudah mengkurasi pengusaha-pengusaha yang sangat terkurasi dan bagus-bagus. Contohnya Kang Lea, Kang Okky, bisnisnya mungkin lebih besar dari saya," kata Yudi.
Menurutnya, keberagaman kapasitas dan jejaring pengusaha tersebut dapat menjadi akselerator bagi HIPMI Kota Bandung ke depan.
Terkait arah organisasi ke depan, Yudi memaparkan visi yang akan diusungnya, yaitu mewujudkan HIPMI Kota Bandung sebagai rumah bersama pengusaha muda yang terkoneksi, berdampak berkelanjutan, dan
menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi anak muda Kota Bandung.
"Visi kita jelas: HIPMI Kota Bandung ini rumah bersama untuk pengusaha muda. Bukan cuma tempat berkumpul, tapi harus benar-benar jadi lokomotif yang menggerakkan ekonomi anak muda di kota ini," kata Yudi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Yudi menawarkan konsep tiga ruang utama sebagai program kerja: Ruang Temu sebagai pusat interaksi dan informasi bagi seluruh anggota, Ruang Aksi sebagai kanal akses dan kolaborasi ke berbagai pemangku kepentingan, serta Ruang Tumbuh yang memastikan setiap program organisasi berdampak langsung terhadap pertumbuhan bisnis anggota.
Ia menambahkan, gagasan besar tersebut disadarinya membutuhkan proses panjang dan tidak akan rampung dalam satu periode kepengurusan.
"Yang realistis kita capai di periode ini adalah meletakkan fondasi yang kokoh dan membuka kanal kerja sama, supaya bisa diteruskan
kepengurusan berikutnya sama seperti kita hari ini melanjutkan apa yang sudah dirintis sebelum kita," katanya.
Semangat tersebut turut tercermin dalam moto yang diusung Yudi bersama tim pemenangannya, "Yuk Babarengan — Semua Terlibat, Sama-Sama Berdampak", yang menurutnya menjadi dasar bagi seluruh program kerja yang ditawarkan.
Yudi juga mendorong HIPMI tidak hanya menjadi organisasi pengusaha, tetapi juga mengambil posisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi kota.
"Dari situ saya melihat ini bisa menjadi akselerator BPC HIPMI Kota Bandung. Kemudian kami coba sinergikan dengan Pemkot agar menjadi mitra strategis pemerintah kota," ujarnya.
Dengan bergabungnya Okky dan Lea serta dukungan keduanya kepada Yudi, bursa Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026-2029 kini mengarah pada pertarungan tanpa kontestasi apabila tidak muncul kandidat lain hingga tahapan pendaftaran ditutup.
Sementara itu, Okky Nugraha mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dirinya berdiskusi dan mempelajari visi serta misi yang ditawarkan Yudi. Ia menilai terdapat kesamaan semangat untuk membangun HIPMI Kota Bandung secara bersama-sama.
"Visi-misi kita sama. Semangat babarengan untuk hidup di Kota Bandung yang lebih baik," ujar Okky.
Menurut Okky, kolaborasi dan sinergi menjadi modal penting untuk membawa HIPMI Kota Bandung menghadapi tantangan ke depan.
"Kita meyakini bahwa hari-hari ke depan itu akan cerah, indah, dan itu jadi kenyataan. Karena dengan sinergi, kolaborasi, kita saling merangkul, insyaallah masa depan lebih indah," katanya.
Di tempat yang sama, Lea Fadlan menilai HIPMI Kota Bandung telah dihuni banyak pengusaha dengan kapasitas dan pengalaman yang kuat. Karena itu, menurut dia, organisasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai potensi tersebut.
"Di BPC HIPMI Kota Bandung ini dipenuhi pengusaha-pengusaha yang sudah sukses dan luar biasa. Dari awal semangatnya adalah kebersamaan. Ketika berjuang, kita harus naik bersama-sama," ujar Lea.
Lea mengatakan dukungannya kepada Yudi didasarkan pada keyakinan bahwa Yudi mampu menjadi figur pemersatu.
"Saya melihat sosok Kang Yudi adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa menyatukan kita bersama dan saya memercayakan itu kepada Kang Yudi," katanya.
