| Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mendadak 'curhat' tentang kondisi hubungannya dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia mengaku sejak dilantik tahun 2025 tak pernah dilibatkan dalam mengelola Kota Bandung.
Ia menuturkan, hampir seluruh kebijakan strategis Pemerintah Kota Bandung, mulai dari penyusunan anggaran hingga program kerja daerah diklaim tidak pernah dibahas bersama dirinya.
"Ya saya terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak ya oleh Walikota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, anggaran APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi mutasi, saya belum pernah diajak," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2026).
Erwin menuturkan, ia baru dijakan rapat pimpinan dalam beberapa hari terakhir. Selama rapat pun, kata Erwin, ia memilih diam karena tak banyak kesempatan bicara.
"Jadi ya mudah-mudahan dengan beresnya (kasus hukum) saya bisa lagi sinergi dengan Bapak Wali Kota Bandung, saya bisa berbagi tugas, tapi ya tergantung Pak Wali mungkin. Saya siap dan saya tetap punya fungsi evaluasi dan pengawasan," kata Erwin.
Karena kondisi itu, Erwin mengaku tidak mengetahui program-program di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Padahal ia sudah menanyakan terkait program dari janji politik apakah berjalan sesuai dengan RPJMD atau tidak. Sebab, dia ingin mengawal apa yang menjadi janji politik kepada masyarakat bisa berjalan.
"Ya sebenarnya dulu juga sesudah dilantik hanya beberapa kali pertemuan, saya nggak pernah dilibatkan terkait program di Kota Bandung ini," ucapnya.
"Saya sudah berkali-kali (memberikan masukan) cuma kan mungkin kewenangannya di Pak Wali ya, di Pak Sekda. Selama ini saya belum pernah diajak bicara untuk hal program kerja," tambah Erwin.
Kendati demikian, Erwin mengaku pernah ditunjuk oleh Farhan untuk menjadi Ketua Satgas Yustisi untuk memberantas minuman keras, reklame ilegal, dan prostitusi. Selama itu, dia mengklaim telah menjalankan tugas dengan baik sesuai tupoksi.
"Sekarang katanya sudah diserahkan kepada Sekda, ya itu bukan tugas saya lagi. Tapi kalau itu ada masalah Insya Allah saya pasti akan turun membereskan. Tapi mungkin punya keterbatasan karena saya bukan sebagai ketua Satgas lagi," katanya.
Saat ditanya soal hubungannya dengan Farhan, Erwin tidak menjawab secara gamblang. Namun, dia memastikan apa pun yang diinginkan oleh Wali Kota Bandung, pihaknya akan tetap mengikuti.
"Saya tidak tahu (hubungan) silakan saja wartawan yang menilai. Tapi saya intinya bahwa saya Sami'na wa Atho'na ya kepada pimpinan. Apa pun keinginan pimpinan saya akan ikut," ujarnya.
Namun, sampai saat ini pihaknya belum komunikasi lagi dengan Farhan. Dia mengaku terakhir komunikasi saat dirinya diajak ikut rapat pimpinan beberapa waktu lalu.
Padahal di sisi lain, Erwin mengaku sudah pernah mengingatkan kepada Farhan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung itu harus saling melengkapi.
"Ya kalau bicara Wali Kota saya sudah mengingatkan kepada Wali Kota bahwa ada istilah kata Al-Quran Hunna libasullakum wa antum libasullahun. Bahwa Wali Kota, Wakil itu suami istri, saya itu sebagai istrinya harus saling bisa melengkapi. Cuma seperti itu, saya sudah ngomong seperti itu ke Pak Wali," kata Erwin.
Erwin mengatakan, terkait kondisi yang dialaminya di Pemkot Bandung ini pihaknya memastikan sudah berbicara dengan partai dan dia sebagai kader sudah mendapat dukungan 100 persen dari internal partai.
"Bagaimanapun saya 15 tahun menjadi ketua partai, dari nol kursi sekarang tercipta 5 kursi di Kota Bandung, ada anggota DPR RI, ada anggota Provinsi, dan ada Wakil Walikota Bandung," ucapnya.
Hanya saja, Erwin mengatakan, pihaknya menyesalkan kondisi ini tetapi dia tetap menerima karena baginya hal ini merupakan proses perjalanan yang harus dihadapi ketika menjadi Wakil Wali Kota Bandung.
"Mudah-mudahan saja dengan proses perjalanan seperti ini insyaallah kita bisa guyub, bisa collab karena walau bagaimanapun saya ini seorang Wakil, tentunya punya tugas mewakili gitu. Cuma saat ini kan saya juga jarang dikasih tugas oleh Pak Wali kan seperti itu," ujar Erwin.
Dalam menjalankan tugas, kata Erwin, selama ini pihaknya selalu on the track lah. Bahkan, ketika memimpin dia mengaku kerap memakai kaidah usul fiqh dan tindakan yang diambil berlandaskan kepada kemaslahatan umat.
"Jadi insyaallah goals, persoalan di Kota Bandung apa yang tidak selesai oleh saya? Selesai semua dong. Dari mulai rumah deret Tamansari, semua pokoknya persoalan Kota Bandung kalau lapor ke saya insyaallah beres selesai semua, nggak ada yang nggak beres, Pak Wali kasih tugas juga insyaallah beres sama saya," katanya.
