Proses pencarian, dilakukan secara manual menggunakan bilah bambu untuk menyisir aliran sungai.
| Persahabatan dua pelajar ini berakhir hingga ke liang lahat. Begitulah obrolan warga Kampung Sapan RT.003/014, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.
Betapa tidak, keduanya ditemukan tewas setelah tenggelam di aliran sungai kawasan Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat (29/5/2026) sore. Sungai itu sudah menjadi danau hingga menjadi tempat bermain warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua tersebut yakni Wildan (13) dan Darul (14) warga Kampung Sapan RT.003/014, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.
Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu akibat “dayung patah” atau tenggelamnya 2 pelajar tersebut.
“Ya benar, kedua pelajar yang tenggelam di sungai saat ditemukan meninggal,” kata Asep, Jumat (28/5/2026).
Menurut Asep, kejadian tersebut dilaporkan Kepala Desa Tegalluar pukul 15.45 WIB.Wisata Bandung
Setelah menerima laporan, tim gabungan BPBD Kabupaten Bandung, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), Satpol PP, Linmas, serta warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Proses pencarian, kata Asep dilakukan secara manual menggunakan bilah bambu untuk menyisir aliran sungai tempat korban dilaporkan tenggelam.
Korban pertama, Wildan, ditemukan pada pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, korban kedua, Darul, ditemukan sekitar 20 menit kemudian atau pukul 17.20 WIB.
“Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dan berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Asep.
