"PPKS yang mendapatkan bantuan, sudah diasesmen terlebih dahulu," ujarnya.


DARA| Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bekerja sama dengan Sentra Wiyata Guna bersumber dana Kemensos RI memberikan bantuan aksesibilitas bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Ruang Rapat TP PKK KBB, Komplek Perkantoran KBB-Ngamprah, Senin (16/3/2026).

Bantuan yang diberikan tersebut merupakan implementasi dari program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Sentra Wiyata Guna, sebagai unsur Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang  memiliki sumber anggarannya.

Kepala Dinsos KBB, Idad Sa'dudin mengatakan, jika PPKS yang memperoleh bantuan tersebut, telah diasesmen sebelumnya.

"PPKS yang mendapatkan bantuan, sudah diasesmen terlebih dahulu. Biar pemberian bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya.

Idad menyebutkan, pada triwulan pertama jumlah PPKS yang mendapatkan bantuan sebanyak 115 orang dengan kriteria desil 1 dan desil 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSE).

Sebagai rinciannya penerima bantuan tersebut, untuk lanjut usia sebanyak 17 orang, Penyandang Disabilitas 22 orang, Anak Dengan Kedisabilitasan (ADK) 24 orang dan Kelompok Rentan sebanyak 52 orang. Mereka tersebar di 16 Kecamatan di KBB meliputi 165 desa, se-KBB.

Sedangkan bantuan yang diberikan antara lain, pemenuhan Hidup Layak 103 Paket/orang, bantuan Kewirausahaan 12 Paket/orang, bantuan Alat Bantu Aksesibilitas 59 unit terdiri dari:

* Alat Bantu Dengar 8 Unit
* Tongkat Kaki Tiga 1 Unit
* Kaki Palsu 5 Unit
* Kursi Roda 3 in 1 Dewasa 1 unit
* Kursi Roda Cerebral Palsy Anak 22 unit
* Kursi Roda Standar Anak 1 Unit
* Kursi Roda Standar Dewasa 20 Unit
* Tongkat Kaki Empat 1 Unit.

Menurut Idad, melalui ATENSI maka layanan Rehabilitasi Sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, atau residensial.

Kegiatannya berupa dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial dan pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan dan asistensi sosial, serta dukungan aksesibilitas.

"Melalui program ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan," pungkasnya.

 

Editor: Maji