| Kemajuan teknologi telah mengubah lanskap industri keuangan secara mendasar. Seiring transformasi operasional keuangan standar akibat hadirnya fintech, memantau tren-tren utama menjadi krusial untuk mengambil keputusan strategis.
Jakpat menggelar survei berskala nasional yang melibatkan 1.920 responden untuk mengamati kebiasaan dan pemanfaatan tren fintech di masyarakat.
Temuan-temuan tersebut dirangkum dalam laporan tiga bagian, di mana edisi pertama ini berfokus pada tren pembayaran digital, dompet digital (e-wallet), dan perbankan digital untuk tahun 2026.
Mayoritas responden menggunakan aplikasi e-wallet (94%), diikuti oleh paylater (34%) dan pinjaman daring/pindar berbentuk uang tunai (9%).
Sementara itu, 49% responden tercatat menggunakan layanan perbankan untuk pembayaran digital, dengan rincian 89% di antaranya memakai mobile/internet banking dan 53% memanfaatkan digital banking.
Metode Pembayaran Digital untuk Transaksi
Jakpat meninjau tiga metode pembayaran digital secara spesifik. Hasilnya, 83% responden memakai e-wallet dan 49% menggunakan digital banking. Sebanyak 23% memakai paylater, termasuk yang ada dalam e-wallet.
Dompet digital (e-wallet) mendominasi jalur belanja daring (online) maupun luring (offline), dengan tingkat adopsi mencapai hampir 90% di seluruh kelompok demografis.
Berdasarkan usia, Milenial memimpin penggunaan metode pembayaran alternatif pada belanja online, mencapai 67% untuk layanan perbankan digital dan 33% untuk paylater.
Jika dilihat dari tingkat pendapatan, penggunaan platform perbankan turun drastis, dari 71% pada konsumen berpenghasilan tinggi menjadi hanya 39% pada pembeli online berpenghasilan rendah.
"Sepanjang 2026, digital payment di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dan semakin luas penggunaannya. Kondisi ini terlihat dari fenomena peran dari mobile payment seperti e-wallet dan digital banking, yang semakin besar dalam transaksi sehari-hari. Kondisi ini membuat digital payment bertransformasi menjadi infrastruktur dasar dalam transaksi ekonomi, dan bukan lagi sekadar fitur tambahan,” tutur Head of Research Jakpat, Aska Primardi dalam rilis, Kamis (29/10/2026).
Dengan demikian, tambah dia, kompetisi antarplatform pembayaran digital akan semakin ketat. “Hal ini ditandai dengan adanya pergeseran added value dari sekadar kemudahan proses pembayaran digital, menjadi value lainnya seperti loyalty & rewards, seamless experience, merchant coverage, sampai isu keamanan,” papar Aska.
Tren E-wallet & Platform Banking
Ada berbagai alasan menggunakan e-wallet. Metode pembayaran yang mudah (63%) dan aplikasi yang user-friendly (62%) menjadi pertimbangan utama bagi responden. Kedua faktor ini jauh melampaui pertimbangan lain seperti promo yang hanya sebesar 24%.
Menariknya, pria lebih menyukai aplikasi yang user-friendly (63%), sementara perempuan lebih memprioritaskan kemudahan metode pembayaran (64%). Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, Gen X memiliki preferensi tertinggi terhadap metode pembayaran yang mudah sebesar 73%, mengungguli Milenial (66%) dan Gen Z (55%).
Survei Jakpat juga menemukan bahwa efisiensi dan kemudahan menjadi pendorong utama adopsi perbankan digital, dengan alasan hemat waktu (79%) serta kemudahan mengelola keuangan (71%) sebagai pemicu terbanyak.
Berdasarkan usia, Gen Z lebih memprioritaskan kemudahan mengelola keuangan (76%), sementara Gen X dan Milenial paling menghargai efisiensi waktu (81%). Dari segi jenis kelamin, perempuan konsisten menganggap kepraktisan operasional lebih penting dibanding laki-laki, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan efisiensi waktu.
Dapatkan data mendetail terkait tren pembayaran digital, dompet digital (e-wallet), dan perbankan digital untuk tahun 2026 dalam laporan Jakpat “Digital Payment & Mobile Banking Usage - Jakpat Fintech Trends Report 2026 #1” pada tautan berikut: https://insight.jakpat.net/digital-payment-mobile-banking-usage/
