"Baiknya ada pengusutan hingga tuntas, jadi kami tidak takut, tidak was-was kalau belanja," katanya.
| Insiden ambruknya belasan kios Pasar Soreang, Kabupaten Bandung yang menewaskan seorang pembeli dan melukai tiga pedagang, Senin (16/3/2026), menuai perhatian dari pedagng dan masyarakat. Mereka meminta aparat kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut.
Diberitakan sebelumnya, kanopi beton dari 13 kios di Pasar Soreang Blok III Penggilingan Tepung, Desa/Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, ambruk sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (16/3/2026).
Akibatnya satu orang pria dilaporkan meninggal dunia tertimpa material reruntuhan, sementara tiga korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Soreang. Selain menimpa penjual dan pengunjung pasar, ada lima kendaraan roda dua dan satu roda empat yang tertimpa reruntuhan beton.
Aban warga Ciwidey seorang pembeli langganan di Pasar Sehat Soreang meminta aparat kepolisian mengusut sebab-sebab ambruknya atap kios-kios tersebut. Hal itu kata pemilik warung di Ciwidey untuk memberikan rasa aman, baik pedagang di pasar mau pun warga yang belanja.
"Baiknya ada pengusutan hingga tuntas, jadi ke kami tidak takut, tidak was-was," katanya.
Pernyataan senada dikatakan Suherman, seorang pedagang yang mendukung jika ada penyelidikan hingga tuntas. Ia tidak sependapat jika ambruknya belasan kios di Blok III karena ada aktivitas penggilan yang menimbulkan getaran. Seperti pantauan dara.co.id di lapangan Blok III ini ditempat pedagang terigu, dan kelapa.
" Ya jangan salahkan aktivitas penggilan. Kalau konstruksinya kuat yang tidak bakal ambruk. Bagusnya cek lagi kalaikan kios-kiosnya," papar Maman.
Sebelumnya Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat meninjau lokasi mengatakan, dugaan sementara, kondisi bangunan sebenarnya masih layak, hanya saja sering mendapatkan getaran yang cukup kuat yang bersumber dari mesin penggilingan.
"Cuma, kalau kita lihat sekilas kelihatannya aman-aman saja karena dibangunnya pun tahun 2020. Tapi di situ ada beberapa kios yang mengoperasikan mesin penggilingan yang menimbulkan getaran cukup kuat. Untuk hasil pastinya kita menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian," ungkap Ali.
"Setelah bangunannya dicek DPUTR dan semua dikomunikasikan lebih lanjut, di situ kita akan melihat apakah perlu adanya relokasi untuk para pedagang yang kiosnya tertimpa reruntuhan materal bangunan," kata Ali.
Sementara itu perwakilan dari pengelola Pasar Soreang, PT Bangunbina Persada, Aditia dalam rilisnya yang disebar Diskominfo Kabupaten Bandung, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait.
Aditia menyatakan untuk sementara 13 kios yang terdampak reruntuhan tersebut akan ditutup sampai ada hasil dari proses pemeriksaan dari pihak kepolisian maupun DPUTR.
"Untuk kondisi konstruksi kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan terkait kelayakan bangunan demi keselamatan para pedagang dan pengunjung pasar. Tapi yang pasti kami akan melakukan segala sesuatunya untuk penyelesaian permasalahan ini, termasuk memperhatian hak-hak para pedagang yang meninggal maupun luka-luka," ujar Aditia.
Editor: Maji
