Logo
Featured Image
Foto: Istimewa
Bandungraya

Jeje Richtie Ismail Lepas 89 Calhaj Bandung Barat 

Jurnalis
Wartawan Heni Suhaeni
Editor Denkur 13 Mei 2026

"Saya doakan semoga semuanya diberikan kelancaran dan kesehatan."


DARA | Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail melepas keberangkatan 89 calon haji (Calhaj) kloter Kjt-29 tahun 2026/ 1447 H dari Mesjid As-Shidiq, Komplek Perkantoran KBB-Ngamprah, Rabu (13/5/2026).

Ia mendo'akan para tamu Allah tersebut, diberikan kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadahnya serta bisa pulang ke tanah air menjadi haji mabrur.

"Saya doakan semoga semuanya diberikan kelancaran, kesehatan. Bisa kembali ke Bandung Barat dengan keadaan sehat, dengan tidak berkurang jumlahnya," ujarnya pada wartawan.

Jeje juga memohon do'a pada para calhaj tersebut, untuk kemajuan Bandung Barat, diberikan keberkahan pada setiap program yang dijalankan serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Terkait keberangkatan calhaj untuk pertama kalinya dari Mesjid As-Shidiq, kata Jeje tidak menutup kemungkinan ke depannya bisa di tempat yang sama.

"Insya Allah (di mesjid As-Shidiq), tapi ini tergantung jumlah juga. Kalau di sini cuma muat 90 jema'ah," ujarnya.

Kepala Kementerian Urusan Haji (Kemenhaj) KBB Enjah Sugiarto mengatakan,  kuota haji untuk Bandung Barat tahun ini turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu disebabkan adanya perubahan kebijakan dari Kementerian Haji dan Umrah, yang mengubah formula pembagian kuota nasional. 

Jika sebelumnya daerah dengan jumlah penduduk muslim besar otomatis mendapat alokasi lebih banyak, kini penentuan kuota didasarkan pada panjang daftar tunggu atau waiting list.

“Kalau tahun kemarin jemaah kita 1.228 orang. Tahun ini yang dilepas hanya 89 orang,” katanya.

Menurutnya, selama ini kuota haji ditentukan berdasarkan proporsi penduduk muslim. Bandung Barat, sebagai daerah mayoritas muslim, minimal bisa memberangkatkan  sekitar 1.066 orang  calhaj.

Namun mulai tahun ini, pemerintah memilih menggunakan pendekatan pemerataan antrean nasional. Alasannya, masa tunggu antar daerah dinilai terlalu timpang.

“Bandung Barat antreannya sekitar 21 tahun. Tapi ada daerah lain sampai 50 tahun. Jadi sekarang diarahkan supaya yang daftar di tahun yang sama bisa berangkat di tahun yang relatif sama juga,” katanya.

Sementara, keberangkatan calhaj tahun ini dari total 168 orang yang sebenarnya masuk kategori berhak lunas, hanya 107 orang yang menyelesaikan pelunasan biaya haji. 

Setelah dikurangi jemaah yang menunda keberangkatan dan mutasi ke daerah lain, jumlah akhir yang diberangkatkan tersisa 89 orang.

“Ada yang menunda karena kesehatan, ada juga yang menunggu mahram atau pendamping keluarga,” tutur Enjah.***

 

Opini Pembaca