Logo
Featured Image
Jabar

Jembatan Kali Kapur Indramayu Diprotes Warga, KDM: Keterlambatan Masih Bisa Ditoleransi

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 7 November 2026

DARA | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meminta warga Indramayu bersabar terkait pembangunan Jembatan Kali Kapur di Desa Kedokan Bunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.

 

 

KDM memastikan pembangunan jembatan tetap berjalan dan tingkat keterlambatannya masih dalam batas yang dapat ditoleransi.

 

Hal itu disampaikan KDM merespons aksi warga yang mempersoalkan keterlambatan pembangunan jembatan tersebut.

 

Menurut KDM, berdasarkan pengecekan yang dilakukan, progres pembangunan Jembatan Kali Kapur hanya mengalami keterlambatan sekitar 4 persen.

 

"Jembatan tersebut tidak mengalami keterlambatan pembangunan. Saya sudah cek hanya minus 4 persen. Artinya masih bisa ditolerir keterlambatannya," kata KDM, Sabtu (6/11/2026).

 

KDM menjelaskan, persoalan lain yang muncul adalah akses lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung. Menurut dia, kendaraan tidak dapat melintas melalui jembatan yang sedang dibangun sehingga diperlukan pengalihan arus.

 

Ia menyebut masih terdapat jalan alternatif yang dapat digunakan untuk mengalihkan arus kendaraan. Namun, jalan tersebut merupakan jalan desa yang kondisinya juga akan ditangani oleh Pemprov Jabar.

 

"Jalan yang dilalui itu juga nantinya akan dibangun juga oleh Pemprov. Itu kan jalan desa. Nanti kita bangun lagi," ujarnya.

 

KDM meminta warga memahami bahwa kendaraan tidak bisa dipaksakan melintasi jembatan yang masih dalam tahap pembangunan.

 

Menurutnya, lalu lintas kendaraan yang tetap melewati jembatan justru dapat menghambat proses pembangunan.

 

"Nah sekarang kalau mobil tidak boleh lewat ke jalan desa. Ya gimana jembatan itu bisa terus dibangun," katanya.

 

KDM juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengedepankan emosi dalam menyikapi persoalan pembangunan infrastruktur. Ia menegaskan pembangunan Jembatan Kali Kapur ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas.

 

"Mohon sabar semuanya ya, mari kita menjaga apa yang kita kerjakan hari ini. Tidak terus-menerus saling mengikuti emosi dan egoisme masing-masing," ujar KDM.

 

Menurut KDM, jembatan yang dibangun pemerintah nantinya juga akan digunakan oleh masyarakat. Karena itu, proses pembangunan perlu dijaga agar berjalan dengan baik dan aman.

 

"Pembangunan untuk masyarakat bukan untuk kepentingan perorangan. Yang pakai juga masyarakat," katanya.

 

KDM mengingatkan, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama selama pembangunan berlangsung.

 

Ia khawatir jika jembatan yang belum selesai dipaksakan untuk dilalui kendaraan dan kemudian terjadi kecelakaan, pemerintah kembali menjadi pihak yang disalahkan.

 

"Nanti jembatan roboh ada yang korban, ada yang meninggal, pemerintah juga yang disalahkan," ucapnya.

 

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca