Logo
Featured Image
Peresmian Perjalanan KA Cikuray menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang, yang dilaksanakan di Stasiun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2026)(Foto: Istimewa)
Daerah

KA Cikuray Kini Layani Petani dan Pedagang, Permudah Distribusi Hasil Pertanian Garut

Wartawan Agus Andre
Editor Denkur 11 Juni 2026

DARA | PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan Perjalanan Kereta Api (KA) Cikuray yang kini menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan serta Kereta Petani dan Pedagang. Peresmian ini dilaksanakan di Stasiun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2026).

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rafly Yandra, mengatakan bahwa hari ini merupakan perjalanan pertama (launching) untuk rangkaian KA Cikuray dengan formasi baru ini. Menurutnya,

KA Cikuray membawa total 6 gerbong, dengan rincian 5 gerbong untuk Kereta Ekonomi Kerakyatan dengan kapasitas 93 tempat duduk per gerbong, dan 1 gerbong khusus untuk Kereta Petani dan Pedagang dengan kapasitas 73 tempat duduk," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Rafly menyebutkan, bahwa KA Cikuray dengan rangkaian ekonomi kerakyatan serta petani dan pedagang ini akan dioperasikan setiap hari dengan jadwal sebagai berikut, yakni keberangkatan pagi, berangkat dari Stasiun Garut pukul 06.05 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Pasar Senen Jakarta pukul 11.00 WIB.  

"Dan untuk perjalanan kembali, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 17.00 WIB dan tiba kembali di Stasiun Garut pada pukul 23.00 WIB," ucapnya.

Rafly berharap, kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan khusus Petani-Pedagang di KA Cikuray ini dapat membantu perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten Garut terutama petani, pedagang, UMKM.

Sementara itu, Plt. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI, Aditya Karsa, menyampaikan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mempermudah mobilisasi komoditas lokal.

 Ia menuturkan, kehadiran rangkaian kereta khusus ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah bersama BUMN untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, terjangkau, dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat, petani, serta pedagang di wilayah Garut.

"Layanan ini memfasilitasi para petani dan pedagang untuk membawa hasil pertanian dan dagangan dengan biaya transportasi yang terjangkau. Program ini juga sejalan dengan kebijakan transportasi inklusif yang mendorong pemerataan akses transportas. Diharapkan, langkah ini dapat memperlancar rantai pasok pangan dan memperkuat distribusi hasil pertanian asal Garut," katanya.

Bupati Garut, Abdusy Syaku Amin, menyampaikan apresiasi tinggi dan menyambut baik inovasi transportasi tersebut. Ia mencermati adanya penambahan kapasitas gerbong pada rangkaian kereta yang meningkat sekitar 10% lebih, yang diyakini dapat mendorong optimalisasi minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi massal ini.

Syakur kemudian merefleksikan kembali sejarah perkeretaapian di Garut yang telah diperkenalkan sejak tahun 1889 dengan rute Garut-Cibatu-Cikajang. Sejak dahulu, menurutnya, tujuan utama jalur tersebut adalah sebagai sarana akomodasi komoditas andalan Garut, seperti produk perkebunan.

"Hari ini menegaskan kembali makna atau fungsi awal dari kereta api sebagai salah satu mode transportasi pembawa produk-produk pertanian kita. Saya berharap ke depan di Garut akan semakin banyak lagi jadwal perjalanan kereta api," ucapnya.

Syakur juga meminta dinas terkait untuk segera menyosialisasikan dan mengenalkan kapasitas baru Kereta Petani dan Pedagang ini kepada masyarakat luas.*** 

Opini Pembaca