Logo
Featured Image
Jabar

KAHMI Jabar Punya Nahkoda Baru, Ahmad Hidayat Raih Suara Terbanyak

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 8 Agustus 2026

DARA | Politisi muda yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Ahmad Hidayat, terpilih sebagai Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat periode 2026-2031.

 

Ahmad Hidayat meraih suara terbanyak dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VII MW KAHMI Jawa Barat yang digelar di Kota Bandung. Hasil pemungutan dan penghitungan suara menetapkan tujuh nama sebagai Presidium Terpilih MW KAHMI Jawa Barat periode 2026-2031. Raihan suara terbanyak mengantarkan Ahmad Hidayat menjadi Koordinator Presidium.

 

Komposisi tujuh Presidium Terpilih MW KAHMI Jawa Barat yakni Ahmad Hidayat, S.I.Kom. sebagai Koordinator Presidium; Suprih Rozikin, SH., MH.; H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb.; Saepul Bahri Bin Zein (Om Zein), Bupati Purwakarta sekaligus politisi Partai Gerindra; Dodi Ferdiana Kusnandar, S.Pd.I.; Husni Farhani M., S.H., M.Si., C.Me.; serta Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Terpilihnya kepemimpinan baru KAHMI Jabar ini sejalan dengan pesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong alumni HMI dan insan akademik agar tidak berhenti pada gagasan, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

 

Pesan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menjadi keynote speaker pada Pembukaan Resmi Muswil VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrili Hotel Convention, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026) malam.

 

Menurut Dedi Mulyadi, persoalan bangsa tidak cukup diselesaikan melalui perubahan rezim maupun perubahan regulasi. Indonesia membutuhkan pemikiran yang mampu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dan berangkat dari kesadaran terhadap akar kebudayaan Nusantara.

 

KDM, sapaan karib Dedi Mulyadi, menilai masih terdapat jarak antara pemikiran akademik dengan realitas kehidupan masyarakat. Bahkan, berbagai persoalan di lingkungan perkotaan yang berada di sekitar pusat-pusat pendidikan menjadi salah satu gambaran bahwa ilmu pengetahuan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi solusi.

 

KDM menuturkan, leluhur Nusantara tidak menjadikan pengetahuan sebatas kumpulan kitab atau tulisan, melainkan mewujudkannya dalam bentuk kesadaran dan karya nyata.

 

Karena itu, menurutnya, ukuran keberhasilan pengetahuan bukan hanya seberapa banyak gelar akademik yang diraih, tetapi sejauh mana ilmu tersebut memberikan manfaat bagi kehidupan publik.

 

"Akademik di kita sering kali bersifat normatif administratif untuk memenuhi gelar, tanpa ada kejujuran dan keadilan serta tidak menjunjung nilai-nilai kebenaran," kata KDM, dalam keterangan tertulisnya.

 

KDM kemudian menekankan pentingnya insan akademik menjadi pencipta atau inovator. Menurutnya, seorang intelektual tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

“Kalau sudah pencipta, maka harus ada yang diciptakan. Bisa menciptakan lagu, karya arsitektur, sistem pendidikan, sistem aplikasi, sistem energi,” tuturnya.

 

Dalam konteks tersebut, KDM turut mendorong KAHMI agar mampu menerjemahkan gagasan besar dan nilai-nilai keislaman ke dalam bahasa yang sederhana serta mudah dipahami masyarakat.

 

"Seluruh bahasa yang langit itu harus dijelaskan dalam bahasa bumi," katanya.

 

Sementara itu, dinamika pemilihan Presidium MW KAHMI Jabar sempat berlangsung hangat saat penghitungan suara untuk posisi ketujuh.

 

Perolehan suara antara akademisi Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. dan Budi Kurnia (Budi Kurniawan) berakhir imbang. Dalam suasana persaudaraan khas hijau-hitam, Budi Kurnia kemudian menunjukkan sikap legowo dengan menyerahkan estafet kepemimpinan presidium kepada Prof. Ahmad Sarbini untuk melengkapi komposisi tujuh Presidium Terpilih.

 

Sikap tersebut mendapat apresiasi dari peserta Muswil VII dan dinilai mencerminkan kedewasaan dalam berorganisasi. Kepemimpinan baru MW KAHMI Jabar juga mendapat sambutan dari keluarga besar Majelis Daerah (MD) KAHMI Sukabumi.

 

Ketua Presidium MD KAHMI Sukabumi, Ferry Gustaman, menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya Muswil VII serta terpilihnya tujuh presidium baru di bawah kepemimpinan Ahmad Hidayat.

 

"Kami keluarga besar MD KAHMI Sukabumi mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya para Presidium MW KAHMI Jawa Barat periode 2026–2031, khususnya kepada Kanda Ahmad Hidayat sebagai Koordinator Presidium," kata Ferry.

 

"Kami meyakini di bawah kepemimpinan kolaboratif ini, KAHMI Jabar akan semakin solid, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun keumatan," tambahnya.

 

Senada, Ketua Dewan Pakar MD KAHMI Sukabumi, Redy Santosa, mengapresiasi komposisi presidium terpilih yang dinilainya cukup lengkap karena menggabungkan kekuatan politisi, akademisi, hingga praktisi hukum dan sosial.

 

"Selamat atas amanah baru yang diemban para Presidium Terpilih. Komposisi ini sangat ideal, mempertemukan figur-figur strategis dari latar belakang politik, akademis, hingga birokrasi. Semoga MW KAHMI Jabar semakin akselaratif dalam mengawal transformasi keumatan," tegasnya.

Opini Pembaca