| Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi kabar pencalonan dirinya dengan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2029 yang ramai disosial media.
KDM, sapaannya, menyatakan masih fokus bekerja sebagai Gubernur Jawa Barat. Sehingga, dia tidak menyatakan secara gamblang untuk siap maju di Pilpres 2029.
"Kita lagi mikir bagaimana jadi Gubernur yang sukses. Tidak mikir yang lain. Pokoknya tidak ada, hari ini saya berfokus bekerja aja memberikan yang terbaik, kata KDM saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (22/9/2026).
KDM menegaskan belum ada niatan untuk berkontestasi dipolitik nasional. Dia mengatakan, saat ini hanya ingin fokus memimpin Jabar dan merealisasikan program-program kerja yang sebelumnya sudah dijanjikan.
"Kita belum mikir terlalu jauh. Mikir besok punya pacar atau tidak aja belum kepikiran," ucap KDM.
Sebelumnya, KDM dirumorkan akan pindah partai ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, hal tersebut ditepis dan dipastikan masih berstatus sebagai Anggi Partai Gerindra.
"Isu dari mana itu? Ya kami tidak mungkin menanggapi itu. Ujug-ujug dari mana kemudian tiba-tiba, hal yang aneh. Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra," ujar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangannya di Bandung, Senin (24/8/2026) malam.
KDM kembali menegaskan komitmen serta loyalitasnya terhadap partai besutan Prabowo Subianto. Dia memastikan, saat ini tidak ada rencana berpindah ke partai yang dibesarkan oleh Joko 'Jokowi' Widodo tersebut.
Saat ditanya apakah kabar kepindahannya merupakan informasi bohong, KDM menjawabnya menegaskan kabar tersebut bohong.
"Bukan tidak benar, bohong," kata Dedi.
Sebelumnya, Wakil Ketua Gerindra Jabar, Buky Wibawa Karya Guna juga mengatakan, kabar tersebut baru sebatas dugaan, dan KDM sampai saat ini masih menjadi bagian dari Gerindra.
"Kalau berdasarkan apa ya artinya dugaan-dugaan gitu kan ya itu kan cara mereka memberi pandangan ya gitu. Yang jelas pertama-tama saya konfirmasi ke KDM," ujar Buky, Senin (24/8/2026).
"Beliau itu salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra gitu ya. Kalau kalau pembina kan harus punya apa integritas yang tinggi gitu ya gitu. Gitu di level itu," jelasnya.
Sedangkan, Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat, Marshall Chandra mengatakan, belum mengetahui secara jelas rumor tersebut. Hanya saja, dia memastikan PSI terbuka untuk siapapun yang mau bergabung.
"Jadi intinya kalau di PSI itu partai yang terbuka, kan partai yang super terbuka. Siapapun memungkinkan untuk bergabung di PSI, termasuk KDM. Jadi kalau KDM isu bergabung atau nggak, itu harus ditunggu, seperti biasa. Jadi masih rahasia itu," ujar Marshall.
Ketua Bidang Perumahan Rakyat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI tersebut tidak menampik adanya komunikasi dengan KDM, karena pada Pilgub Jabar 2024 PSI turut mendukung KDM-Erwan Setiawan.
"Ya pasti ada dong, kan kita juga dukung KDM waktu itu. Komunikasi ya pasti baik. Kita kawal terus kan pemerintahannya, kalau ada yang nggak bagus ya pasti kita kritik, kalau bagus ya udah kita mah banyak diam gitu kan. Gitu Kang," jelasnya.
