Otorias perdagangan mengatakan langkah itu diambil setelah Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz.

_______________________________________________

DARA | Ketegangan di Selat Hormuz dalam dua hari terakhir ini meningkat, menyusul pasca  serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. 

Tak ayal ratusan tenker ratusan kapal tanker minyak cair (LNG) lego jangkar di perairan Teluk Persia, khususnya area sekitar dan di luar Selat Hormuz. 

Data MarineTraffic mencatat  sedikitnya 150 kapal tanker, termasuk pengangkut minyak mentah dan LNG, berhenti di perairan terbuka di luar Selat Hormuz. 

Reuters melaporkan puluhan kapal lainnya terpantau tidak bergerak di sisi lain jalur pelayaran strategis tersebut.

Kapal-kapal itu terkonsentrasi di lepas pantai negara-negara produsen utama minyak seperti Arab Saudi dan Irak, serta di sekitar Qatar, salah satu eksportir LNG terbesar dunia. Sejumlah kapal juga berada di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Sementara itu  sekitar 100 kapal tanker lainnya tercatat berlabuh di luar Selat Hormuz, termasuk di sepanjang pesisir Uni Emirat Arab dan Oman. Puluhan kapal kargo juga terlihat mengelompok di berbagai titik jangkar.

Selat Hormuz adalah jalur vital energi global. Pasokan minyak dunia termasuk dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait melewati selat tersebut. Volume besar LNG dari Qatar juga dikirim melalui rute yang sama.

Sejumlah pemilik kapal, perusahaan minyak besar, dan rumah dagang dilaporkan menghentikan sementara pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan LNG melalui Selat Hormuz. 

Otoritas perdagangan menyebut langkah itu diambil setelah Teheran menyatakan penutupan jalur pelayaran tersebut.

Namun, Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Angkatan Laut Amerika Serikat menyatakan belum ada pemberitahuan resmi secara internasional terkait penangguhan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Otoritas itu memperingatkan para pelaut untuk mengantisipasi peningkatan kehadiran militer, penguatan langkah pengamanan, potensi komunikasi radio tambahan, kepadatan di area jangkar luar selat, serta gejolak di pasar asuransi maritim.

Akibat itu pasar global energi khawatir terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia. 

Bahan: berbagai sumber