Ia juga memberikan semangat agar mereka bisa menjalani hari-hari ke depannya setelah mengalami musibah tersebut.
DARA| Paguyuban Pasundan membagi-bagikan puluhan paket sembako kepada korban terdampak bencana longsor Pasihuni dan Pasirkuda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Bantuan untuk kedua kalinya tersebut, secara simbolis diserahkan Pengurus Cabang (PC) Paguyuban Pasundan KBB di Halaman Kantor Desa Pasirlangu, Senin (16/3/2026).
Ketua PC Paguyuban Pasundan KBB, Ernawan Natasaputra yang berhalangan hadir pada saat penyerahan bantuan mengatakan, bahwa bantuan tersebut merupakan titipan dari Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan.
Sebelumnya, PB Paguyuban Pasundan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp100 juta untuk recovery pasca bencana.
"Kita menyerahkan titipan dari PB, buat warga yang jadi korban bencana di Pasirlangu. Semoga saja bantuan yang diberikan bisa membantu meringankan beban mereka," ujar Ernawan, saati dihubungi.
Lebih lanjut Ernawan mendo'akan agar, para korban senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran pasca kehilangan keluarga serta materi disaat peristiwa longsor itu.
Ia juga memberikan semangat kepada mereka, untuk menjalani hari-hari ke depannya setelah mengalami musibah tersebut.
"Semoga Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik, apa yang dimiliki sebelumnya. Saatnya kini harus bangkit kembali," ucapnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Asep Sehabudin mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban Pasundan yang telah peduli terhadap korban bencana.
"Di bulan yang penuh barokah ini, Alhamdulillah Paguyuban Pasundan kembali memberikan bantuan. Tentunya atas nama warga dan Pemda KBB, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan saja, Allah SWT, membalas semua kebaikannya," ucap Asep.
Dalam kesempatan tersebut, Asep menyampaikan pesan agar para korban tidak terlalu mengingat masa lalu. Namun lebih baik,.musibah yang menimpa mereka dijadikan ajang untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah, SWT.
"Jangan terlalu diingat-ingat lagi karena itu merupakan ujian. Pasti ujian seperti itu, terjadi pada setiap orang, hanya berbeda bentuknya saja," ucapnya lagi.
Editor: Maji

Opini Pembaca