Logo
Bandungraya

Layanan SIDILAN, Sisir Sekolah dan RSUD di Wilayah Bandung Barat

Layanan SIDILAN, Sisir Sekolah dan RSUD di Wilayah Bandung Barat
Kepala Disdukcapil KBB, Hendra Trismayadi menandatangani berita acara aplikasi Sistem Informasi Daftar Pelayanan Online (SIDILAN), disaksikan Bupatu Jeje Rithcie Ismail.(Foto: heny/dara)

Ia tak menampik jika hingga saat ini ada warga yang kesulitan mengurus adminduk dengan berbagai alasan. 


DARA| Layanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui aplikasi Sistem Informasi Daftar Pelayanan Online (SIDILAN) di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini menyisir sekolah-sekolah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di wilayah tersebut.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) KBB menggandeng sejumlah Sekolah Dasar (SD), RSUD Cililin, RSUD Cikalongwetan, RSUD Lembang serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk memberikan layanan Adminduk melalui aplikasi SIDILAN ini.

Secara resmi kerja sama tersebut di-launching oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail di Kantor Disdukcapil KBB, Gedung C Komplek Perkantoran KBB, Rabu (7/1/2026).

Jeje menyambut baik sistem layanan yang digulirkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) KBB tersebut.

Melalui SIDILAN, layanan administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga dokumen kependudukan lainnya kini dapat diakses langsung di 680 SD yang tersebar di seluruh wilayah Bandung Barat.

Begitu juga dengan SIDILAN di RSUD dan  bidan mandiri, memudahkan jangkauan layanan kepada masyarakat. Menurutnya, melalui inovasi digital ini, pengurusan dokumen kependudukan  dapat dilakukan lebih mudah dan cepat.

"Sesuai visi Amanah, untuk bisa memberikan kemudahan dan peningkatan pelayanan pada masyarakat agar tidak ada lagi yang kesulitan untuk mengurus adminduk," ujar Jeje.

Ia tak menampik jika hingga saat ini ada warga yang kesulitan mengurus adminduk dengan alasan berbagai keterbatasan. Terutama bagi mereka yang lanjut usia (lansia) atau alasan sakit yang membutuhkan layanan jemput bola.

"Saya masih menemukan beberapa masyarakat, terutama lansia yang mau mengurus bantuan sosial, belum memiliki KK maupun KTP. Ini harus jemput bola," paparnya.

Kepala Disdukcapil KBB, Hendra Trismayadi mengatakan, untuk pelaksanaan SIDILAN di SD, pihaknya menyerahkan kepada operator sekolah masing-masing. Sebelumnya, mereka diberikan pelatihan sebagai bekal melaksanakan pelayanan.

"Jadi (pelaksanaannya) untuk sekolah oleh operator masing-masing, melalui sistem ke sistem. Nanti kita beri user-nya," terangnya.


Editor: Maji