Logo
Featured Image
Foto: Istimewa
Bandungraya

Memperingati Bulan Bung Karno, Hj. Ida Widaningsih Dekatkan Diri dengan Masyarakat 

Jurnalis
Wartawan Heni Suhaeni
Editor Denkur 10 Juli 2026

DARA | Bagi Hj. Ida Widaningsih, sosok Bung Karno bukan sekedar sang Proklamator. Melainkan sumber inspiratif, yang  menjadikan motivasi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Ida, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengakui keteladanan Bung Karno menjadi kompas bagi dirinya.

Semangat Bung Karno, yang menjadi pilar inspirasi untuk Indonesia saat ini antara lain tentang kedaulatan pangan, semangat berdikari dan persatuan gotong royong, kata Ida patut diteladani.

Semangat itulah kata Ida, menjadi pelecut bagi generasi muda untuk menjawab tantangan modernisasi dan menjaga kedaulatan negara. 

Maka tidak berlebihan jika hari lahir Bung Karno pada setiap 6 Juni, diperingati sebagai hari lahir Bung Karno dengan ditetapkan Bulan Bung Karno.

"Sebagai kader partai, juga sebagai wakil rakyat, tentunya wajar kalau saya turut serta mengisi Bulan Bung Karno dengan mendekatkan diri pada masyarakat," ujar Ida, Jum'at (10/7/2026).

Mendekatkan diri dengan masyarakat, ia lakukan dengan berbagai kegiatan seperti  bedah rumah tidak layak huni di daerah Cisarua.

Kegiatan bantuan rumah tidak layak huni dilaksanakan sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat kurang mampu. 

Bantuan yang diberikan difokuskan pada perbaikan struktur bangunan, peningkatan keamanan dan kenyamanan hunian, serta pemenuhan standar kelayakan tempat tinggal. 

"Alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat dan menjadi simbol hadirnya partai di tengah persoalan rakyat," ucap Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini.

Kemudian melaksanakan haul dan do'a bersama untuk Bapak Bangsa ini. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat, tokoh agama, kader partai, serta unsur pengurus partai di tingkat daerah. 

Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persatuan dan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong.

"Kegiatan haul dan doa bersama dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno, " bebernya.

Selain menyelenggarakan kegiatan secara pribadi, Ida juga menyebutkan jika dirinya dalam kegiatan peringatan Bulan Bung Karno yang diselenggarakan tingkat Jabar, maupun tingkat pusat.

Ia hadir dalam Festival Wisata Kuliner Nusantara yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan, pelaku UMKM, dan pemberdayaan perempuan. 

Melalui kegiatan ini, berbagai produk unggulan daerah diperkenalkan kepada masyarakat luas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas jejaring pemasaran.

Selanjutnya, Ida berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Kebijakan Politik Anggaran di DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat.

Tujuan FGD tersebut, untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memahami proses perencanaan dan penganggaran daerah.

Kegiatan ini menghasilkan berbagai masukan strategis terkait reformasi birokrasi, penguatan tata kelola pemerintahan, serta optimalisasi kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat.

Kegiatan lainnya, Ida mengikuti kegiatan advokasi bantuan operasi bibir sumbing dan advokasi kesehatan di Daerah Pemilihan.

Selain itu, dalam kegiatan Fatmawati Trophy 2026 yang diselenggarakan oleh Wanoja Perjuangan Jawa Barat.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan nilai-nilai perjuangan perempuan Indonesia. 

Mengusung semangat keteladanan Ibu Fatmawati Soekarno sebagai Ibu Bangsa, rangkaian kegiatan menghadirkan bedah buku yang mengupas perjalanan hidup, pemikiran, serta dedikasi Fatmawati
dalam …perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa, sebagai inspirasi bagi generasi penerus. 

"Melalui kegiatan ini, Wanoja Perjuangan Jawa Barat berkomitmen untuk terus menanamkan semangat nasionalisme, memperkuat peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mendorong kreativitas yang berakar pada nilai-nilai budaya dan perjuangan," tutupnya.***

Opini Pembaca