Logo
Featured Image
Ketua KONI KBB, Agus Mulya Sutanto.(Foto: heny/dara)
Olahraga

Ogah Nyalon Lagi Ketua KONI KBB, Agus Mulya Ungkap Alasannya

Jurnalis
Wartawan Heni Suhaeni
Editor Maji 23 April 2026

"Daripada saya bikin tidak kondusif, Bikin kecewa cabor Ya, lebih baik saya mundur," ungkapnya.


DARA| Masa jabatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung (KBB), berakhir pada 22 Juni 2026.

Ketua KONI KBB, hingga saat ini masih dipegang Agus Mulya Sutanto. Ia sebenarnya masih punya kesempatan menjabat ketua dari Induk organisasi cabang olahraga (cabor) tersebut.

Namun secara terus terang, Agus menyatakan ogah lagi mencalonkan diri di Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang siap digelar KONI KBB.

"Nggak (tidak mencalonkan diri lagi), cukup sekali saja. Kesehatan saya tidak mendukung," ujarnya saat ditemui di Sekretariat KONI KBB, Kotabaru Parahyangan-Padalarang, Kamis (12/4/2026).

Alasan lainnya dikemukakan Agus, menyangkut dukungan anggaran Pemkab Bandung Barat. Pada tahun 2026, KONI KBB menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar yang bakal digelar sekitar Oktober mendatang.

Hibah yang dianggarkan pada APBD KBB tahun 2026, dialokasikan buat KONI hanya sebesar Rp3 miliar.

Sementara idealnya, kebutuhan menghadapi Porprov tersebut, kata Agus sekitar Rp10 miliar.

Merasa kurang mendapat dukungan anggaran dengan posisinya saat ini sebagai Ketua Umum KONI KBB, Agus memilih mundur dari kompetisi perebutan jabatan itu.

"Daripada saya bikin tidak kondusif, bikin malu, mengecewakan cabor-cabor. Ya, lebih baik saya mundur," ungkapnya.

Sebenarnya KONI Jabar dan Pemprov Jabar memberikan signal, untuk perpanjangan masa jabatannya hingga Porprov beres digelar.

Namun Agus memilih pelaksanaan Musorkab sesuai dengan habis masa jabatan kepengurusannya.

"Saya tidak mau egois. Kasihan cabor, 

Demi cabor, tidak egois. Lebih baik saya recovery (kesehatannya)," ucapnya lagi.

Meski demikian, Agus tidak menampilkan jika dirinya senang berada di tengah-tengah cabor yang telah mengharumkan nama daerah.

Prestasi para cabor pada even cukup bergengsi sebelumnya, cukup membuat dirinya terobati dengan berbagai sandungan selama menjabat.

"(Prestasi) cabor, (membuat) saya senang. Mereka konsisten menorehkan prestasi, kendati dukungan anggaran (terbatas)," beber Agus.

Ia berharap, siapapun penggantinya nanti, bisa berkoordinasi dengan Pemkab Bandung Barat. Karena dukungan anggaran dari pemerintah tetap sangat dibutuhkan.

Selama ini, Agus telah berupaya keras agar mendapat dukungan pihak swasta. Namun hasilnya nihil, tidak sesuai harapan.

"Dukungan dari pengusaha setelah saya coba, nonsen. Berat untuk mengandalkan bantuan," bebernya.

Ia juga mengungkapkan, menghadapi Porprov 2026, salah satu tantangan yang dihadapi Ketua Umum KONI kepengurusan baru.

Paling tidak Ketum KONI KBB harus mampu mengupayakan anggaran sebesar Rp10 miliar sebagai dana talang menjadi peserta Porprov.

"Pengalaman tahun lalu, kita diberikan hibah Rp11 miliar dan cair pada akhir tahun
 
"Saya memakai dana talang Rp1,5 miliar. Karena program tetap harus berjalan. Nah, kalau sekarang ada pengurus baru, ya harus siap dana talang juga, sekitar Rp10 miliar. Karena pencairan anggaran dari pemkab, bisa-bisa sesudah Porprov, " ungkap Agus.
 

Opini Pembaca

Odong 23 Apr 2026, 19:29

Semenjak agus menjabat sebagai ketua koni kbb emng prestasi apa yg sudah ditorehkan untuk KBB? Skr baru menyadari ternyata sebagai pengusaha pun tetap hrs mengandalkan dana hibah pemerintah tak seperti sesumbar ucapannya dr awal dan sebelum jd ketua koni yg akan membuat koni mandiri,, baru terasa kan...