Logo
Featured Image
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Bandungraya

Pemkot Bandung Luncurkan Terobosan Ekosistim Pendidikan dari Hulu Hingga Hilir

Jurnalis
Wartawan Redaksi
Editor Agus Dinar 24 Oktober 2026

DARA I Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meluncurkan langkah terobosan untuk menguatkan ekosistem pendidikan tinggi dari hulu ke hilir untuk  menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama strategis antara Pemkot Bandung, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, serta Ganesha Operation (GO) di Aston Tropicana, Kota Bandung, pada Rabu (21/10/2026).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan kolaborasi ini dirancang sebagai sebuah sistem terintegrasi yang menghubungkan proses promosi perguruan tinggi hingga penyaluran lulusan ke pasar kerja internasional.

Pada tahap awal, lanjut dia, Pemkot Bandung menggandeng Ganesha Operation untuk mengenalkan dan mempromosikan seluruh perguruan tinggi di Kota Bandung melalui jaringan lebih dari 700 cabang GO yang tersebar di seluruh Indonesia guna menjaring lulusan SMA/SMK terbaik.

Selanjutnya pada tahap akhir, para lulusan perguruan tinggi akan diberikan akses dan pintu kesempatan seluas-luasnya untuk menembus dunia kerja internasional sebagai pekerja terampil (high-skilled worker).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya membuka peluang kerja bagi puluhan ribu sarjana yang lulus setiap tahunnya di Bandung.

"Dari ujung lulusan SMA/SMK yang mau masuk perguruan tinggi di Bandung, kita promosikan melalui cabang-cabang GO di seluruh Indonesia. Lalu di hulu lainnya, ketika mereka lulus, harus diberi sebanyak mungkin pintu dan jendela kesempatan untuk bekerja," ujar Farhan.

Ia menilai melimpahnya jumlah lulusan merupakan tantangan sekaligus potensi besar yang wajib dijawab melalui sinergi lintas sektor.

"Ini adalah tantangan yang harus kita jawab lewat sebuah kolaborasi ujung ke ujung khusus untuk ekosistem pendidikan di Kota Bandung," tuturnya.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, menyambut positif dan mengapresiasi tinggi inisiatif Pemkot Bandung dalam mengintegrasikan pendidikan dengan peluang kerja global.

Dwi memaparkan Kemen P2MI saat ini mengantongi akses pasar kerja di hampir 85 negara dengan sekitar 2.000 standar kompetensi jabatan di berbagai sektor strategis seperti kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga hospitality.

Secara nasional, terdapat potensi hingga 300.000 lapangan pekerjaan luar negeri per tahun untuk pekerja terampil, dengan 40 persen di antaranya dikhususkan bagi lulusan perguruan tinggi pada segmen medium to high-skilled.

Dwi mengagumi visi Kota Bandung yang bertekad menjadi pusat pencetakan tenaga kerja terampil tingkat internasional.

"Ini visi yang luar biasa. Bandung bukan hanya kota pendidikan, tetapi sekaligus pusat penyiapan pekerja terampil ke mancanegara. Kami akan hubungkan peluang ini dengan ekosistem perguruan tinggi, termasuk membentuk Migrant Center, pelatihan, serta sertifikasi," kata Dwi.

Ia menggarisbawahi penguatan soft skill dan kemampuan komunikasi menjadi fokus utama penyiapan tenaga kerja.

"Kota Bandung mudah-mudahan menjadi pionir dan role model untuk menyiapkan pekerja terampil kita di luar negeri," ungkapnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, membeberkan fakta bahwa Kota Bandung meluluskan sekitar 78.000 sarjana setiap tahun dari total 212.000 mahasiswa aktif yang tersebar di 78 perguruan tinggi.

Untuk menyerap lulusan secara optimal dan mencegah dampak sosial akibat pengangguran terdidik, pihaknya siap mendorong seluruh kampus di Bandung melakukan penyesuaian.

"Dengan adanya sinergi ini, kami akan meminta 78 perguruan tinggi di Bandung untuk mengadaptasi kurikulum dan berkolaborasi, sehingga ketika mahasiswa lulus, mereka sudah siap bekerja dan dikirim ke luar negeri," jelas Lukman.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pendiri dan Direktur Utama Ganesha Operation, Bob Foster, yang siap mengoptimalkan jaringan GO yang mengampu sekitar 250.000 siswa se-Indonesia.

Bob menyatakan kesiapannya untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai keunggulan ekosistem pendidikan dan latar belakang budaya kreatif Kota Bandung.

"Kami akan memberikan informasi berupa seminar, webinar, dan kunjungan di seluruh cabang untuk menjelaskan keunggulan Kota Bandung. Di samping membekali ilmu, mahasiswa yang datang ke Bandung juga akan dikuatkan secara karakter," ujar Bob.

Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, instansi pusat, lembaga pendidikan tinggi, dan mitra swasta ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan serta melahirkan generasi unggul Indonesia yang siap bersaing di tingkat dunia.


Berita ini sebelumnya dilansir di AyoBandung.com

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca