Logo
Featured Image
Jabar

Abu Janda Sebut Warga Jabar dan Sumbar 'Barbar', Begini Respons KDM

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 2 Juni 2026

DARA | Gubernur Jawa Barat merespons pernyataan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut warga Jabar dan Sumbar barbar dalam sebuah potongan video yang viral di media sosial. 

 

Menurut Dedi, pernyataan tersebut tak mendasar. Sebab, masyarakat Jawa Barat yang ia kenal punya sikap toleran.

 

"Saya sih selalu melihat segala sesuatu yang berkembang itu kita tanggapi secara dewasa. Bahwa hari ini saya tegaskan, orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran. Orang Jawa Barat itu dari dulu toleran," kata Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (2/7/2026).

Adapun konflik intoleransi yang terjadi, kata Dedi, rata-rata dipicu miskomunikasi dan biasanya dilakukan oleh orang luar Jawa Barat.

 

"Kemudian kalau ada konflik-konflik intoleransi, lebih disebabkan karena satu, miskomunikasi. Yang kedua, biasanya juga para pelaku intolerannya bukan warga Jawa Barat yang asli.

Biasanya ya kebetulan mereka menjadi urban di sini, seringkali berkonflik dengan sesama urban lagi," paparnya.

 

Menurut Dedi, di era kepemimpinannya segala bentuk masalah intoleransi di Jabar semakin sedikit. Meski begitu, ia tak menampik jika persoalan intoleransi masih ada, khususnya terkait pembangunan rumah ibadah.

 

"Tapi sekarang setelah saya pimpin kan sudah makin redup. Sudah makin redup. Jadi tidak ada kalimat kata barbar bagi Jawa Barat. Buktinya Jawa Barat, semua orang bisa hidup di sini dan nyaman. Pernah nggak di Jawa Barat konflik antar suku? Berarti ucapan itu sebenarnya terpatahkan dengan kehidupan masyarakat yang harmoni," paparnya.

 

"Biasanya yang jadi sorotan adalah persoalan konflik rumah ibadah. Nah konflik rumah ibadah itu bisa diselesaikan dengan pendekatan yang harmoni. Pendekatan yang biasanya ada konflik di lingkungan, ada problem seperti itu. Dan selama ini juga selesai kan di Jawa Barat," jelasnya.

Opini Pembaca