DARA | Ulama senior Alireza Arafi ditunjuk sebagai anggota ulama dalam Dewan Kepemimpinan. Penunjukan itu menyusul sahidnya pimpinan tertinggi Iran Ali Khamenei.
Alireza Arafi untuk sementara menjalankan fungsi Pemimpin Tertinggi negara di Republik Islam Iran.
Kantor Berita Iran melaporkan dan dikutip oleh Reuters.
Dalam sistem ketatanegaraan Iran, ketika jabatan pemimpin tertinggi kosong, kewenangan tertinggi negara dijalankan sementara oleh Dewan Kepemimpinan yang terdiri dari tiga unsur utama: Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta seorang ulama yang dipilih untuk mewakili unsur keagamaan — posisi yang kini diisi oleh Arafi.
Diungkapkan Alireza Arafi merupakan anggota Guardian Council, lembaga yang berwenang mengawasi legislasi dan memverifikasi kandidat pemilu di Iran. Ia juga memiliki posisi penting dalam Assembly of Experts, lembaga yang secara konstitusional bertugas memilih dan menetapkan Pemimpin Tertinggi yang baru.
Proses selanjutnya akan berada di tangan Majelis Ahli, yang akan menentukan sosok penerus jabatan tertinggi tersebut sesuai mekanisme konstitusi Iran. Hingga keputusan resmi diambil, Dewan Kepemimpinan memastikan roda pemerintahan dan struktur kekuasaan tetap berjalan stabil.
Transisi ini menjadi momen krusial dalam politik Iran, karena hanya terjadi beberapa kali sejak Revolusi Islam 1979. Dunia kini menanti arah kepemimpinan baru Teheran dan dampaknya terhadap dinamika kawasan maupun hubungan internasional.
Bahan : Laporan kantor berita Iran dan Reuters.

Opini Pembaca