| Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali membongkar puluhan kios di Taman Eykman, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). Dalam aksi penertiban itu, Dedi menemukan sebuah kios yang menjual minuman keras.
Proses pembongkaran kios di kawasan tersebut berlangsung pada pukul 15.00 WIB. Dengan didampingi petugad Satpol PP, Dedi pun turut membawa beberapa truk serta beko.
"Jadi kita mengembalikan seluruh area sesuai fungsinya. Trotoar sesuai fungsinya, taman sesuai fungsinya yang hampir 35 tahun saya tadi tanya, dibangun tapi tidak difungsikan," kata Dedi.
Selain pengembalian fungsi taman, pembongkaran ini juga berdasarkan keluhan dari pihak Poltekes Kementerian Kesehatan yang merasa kerap kesulitan akses saat hendak masuk pintu gerbang karena area tersebut kerap kali ditutup.
"Termasuk ini keluhan dari Poltekes, mereka tertutup. Bahkan mau keluar mereka gak bisa, keburu digembok oleh yang jualan," ucapnya.
Dedi terkejut melakukan saat menemukan sejumlah dus minuman keras dari salah satu kios. Dia merasa, hal tersebut sangat meresahkan dan tidak etis karena banyak bangunan milik negara di area tersebut.
"Kemudian di sini minuman keras tadi hampir satu box mobil ditemukan mereka biasa mabok di sini. Total ada sekitar 50 bangunan kios ditertibkan," katanya.
Disinggung mengenai biaya kompensasi dan kemungkinan relokasi para pedagang, Dedi tidak bisa menjelaskan lebih rinci. Dia hanya memastikan Pemprov Jabar turut memberikan uang dan cukup untuk beberapa bulan ke depan.
"Tanya sama mereka saja. Yang jelas mereka selama sebulan cukup buat makan. (Relokasi) Nanti kita cari dengan Pemkot Bandung karena kan kalau persoalan penempatan ini kewenangan Pemkot, Pemkot asetnya kalau itu (jalan) Pemprov," tuturnya.
Persoalan relokasi ini, kata Dedi akan dibahas lebih jauh bersama dengan Pemkot Bandung. Menurut dia, terpenting saat ini para pedagang sudah diberikan uang untuk beberapa bulan ke depan.
"Nanti kita carikan solusi yang penting mereka pulang ke rumah bekel makan sebulan cukup itu dulu. Nanti kita diskusi apa yang dilakukan bagaimana ibu kota provinsi jawa barat ini kelihatan bersih rapih dan indah tapi masyarakat ekonominya berjalan," jelasnya.
Sementara, salah satu penjual bakso yang kiosnya dibongkar, Parto (50 tahun) turut menerima pembongkaran ini karena, dia merasa memang salah berjualan di lahan milik pemerintah. Hanya saja, dia sempat kaget karena belum ada pemberitahuan sebelumnya.
"Saya jualan sudah bertahun-tahun. Saebelumnya gak ada pemberitahuan, ini saya terima saja soalnya tanah pemerintah," kata dia.
