Indonesia Marketing Associations (IMA) kembali mewujudkan dukungannya dalam pengembangan UMKM Indonesia melalui IMA Sharing Session.
DARA | Cerahnya pagi kala itu memberikan semangat bagi seluruh peserta Indonesia Marketing Associations (IMA) Sharing Session, bertajuk Kiat Sukses
Pemenang IMA UMKM Award – Apa Kunci Utamanya? yang ingin memperluas wawasannya dalam menjalankan bisnis. Mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) dan anggota IMA dari berbagai chapter di Indonesia, para peserta berkumpul dengan satu tujuan yang sama, yaitu untuk membuka
cakrawala baru dalam berbisnis.
Sejak awal sesi dimulai, antusiasme para peserta sudah terlihat. Melalui layar masing-masing, mereka menyimak dengan saksama berbagai cerita dan praktik
terbaik yang dibagikan oleh dua pelaku UMKM inspiratif yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang IMA UMKM Award 2025.
Melalui kisah perjalanan usaha, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang mereka temukan, sesi ini menjadi ruang berbagi yang bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang ingin terus mengembangkan usahanya.
Membuka program tersebut, Direktur Eksektutif IMA, Yulian Warman, menekankan pentingnya reputasi dan komunikasi yang baik dalam membangun daya saing UMKM.
“Produk berkualitas tinggi merupakan fondasi penting dalam berbisnis. Namun, agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan, pelaku UMKM juga perlu meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan nilai produknya secara jelas, relevan, dan meyakinkan di mata pasar sebagai salah satu kunci
penting untuk agar bisnis terus berkembang,” kata Yulian, dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (15/3/2026).
Selaras dengan Yulian, Direktur UMKM IMA Pusat, Ida RM Sigalingging, menyebutkan bahwa terdapat tiga kekuatan utama yang harus dimiliki oleh pelaku UMKM, yakni inovasi produk, strategi komunikasi pemasaran yang tepat, dan kepemimpinan entrepreneur yang kuat.
“Melalui penyelenggaraan IMA UMKM Award, kita dapat melihat bahwa UMKM yang bertumbuh tidak hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga yang siap belajar, beradaptasi, dan membangun sistem dan strategi komunikasi pemasaran yang lebih solid,” ujar Ida.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, dua UMKM Inspiratif membagikan pengalamannya di dalam program yang diselenggarakan pada Kamis (12/3)
tersebut mengenai kiat-kiat dalam menjalankan bisnisnya hingga berhasil meraih predikat juara dalam penyelenggaraan IMA UMKM Award, yaitu Owner
Embun818, Anggi Bitho Lokmanto, dan Founder Pilar Indonesia, Indra Wardhani.
Dari Hidroponik jadi Petani yang Sukses
Owner Embun818, Anggi Bitho Lokmanto, mulai mengembangkan usaha budidaya hidroponik setelah memutuskan kembali ke kampung halamannya di
Karanganyar, Jawa Tengah pada 2018. Ketertarikannya pada metode pertanian modern tersebut mendorongnya untuk mempelajari hidroponik secara mandiri
melalui berbagai sumber.
Melihat potensi yang menjanjikan, ia kemudian memberanikan diri memulai budidaya hidroponik di Palur, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, dengan
memanfaatkan lahan sekitar 500 meter persegi. Usaha tersebut dirintis dari nol dengan modal yang sangat terbatas, sekitar Rp500 ribu, bahkan menggunakan
styrofoam sebagai media tanam.
Melalui proses trial and error, Anggi perlahan menemukan metode budidaya yang tepat dan mulai memproduksi sayuran hidroponik seperti kangkung dan
pakcoy. Meski pada awalnya menghadapi tantangan dalam memasarkan hasil panen, ketekunan dan konsistensi yang dijalankannya perlahan mulai
membuahkan hasil dan menjadi fondasi berkembangnya usaha hidroponik yang ia rintis.
Seiring berjalannya waktu, usaha hidroponik yang dirintis Anggi mulai berkembang. Ia kemudian memperkenalkan Embun818 sebagai merek sekaligus
platform bisnisnya yang berfungsi menghubungkan petani mitra dengan kebutuhan pasar melalui konsep agregator.
Melalui Embun818, Anggi tidak hanya memproduksi sayuran hidroponik, tetapi juga membangun ekosistem kerja sama dengan petani mitra. Para petani
tersebut mendapatkan akses terhadap informasi permintaan pasar, pelatihan budidaya, hingga pendampingan dalam proses produksi. Hasil panen kemudian
dipasarkan ke berbagai segmen konsumen, mulai dari pasar tradisional, hotel dan restoran, hingga pembeli individu yang membutuhkan sayuran segar dan
berkualitas.
Dalam menjalankan bisnisnya, Anggi menempatkan kualitas dan kesegaran produk sebagai nilai utama. Hal tersebut tercermin dari komitmen yang
dipegang dalam bisnisnya, yakni menyediakan sayuran yang dipanen dalam kondisi segar dan segera didistribusikan kepada konsumen.
“Kami ingin menghadirkan sayuran segar dan sehat yang dipanen pada pagi hari dan langsung dikirim pada hari yang sama, sehingga sampai ke meja
makan konsumen dalam kondisi terbaik,” ungkapnya.
Dalam upaya memperluas pengembangan usaha, Anggi juga aktif mengikuti berbagai program pengembangan UMKM. Salah satunya adalah partisipasinya
dalam ajang IMA UMKM Award, yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan dari mentor berpengalaman dalam
bidang bisnis dan pemasaran.
Anggi mengaku bahwa tujuan awalnya mengikuti program tersebut bukanlah untuk meraih gelar juara, melainkan untuk memperoleh pengetahuan dan
strategi dalam mengembangkan bisnis secara lebih terarah.
“Saya sama sekali tidak menyangka bisa menjadi juara di IMA UMKM Award. Tujuan saya mengikuti program ini sebenarnya hanya untuk belajar bagaimana
mengembangkan bisnis agar dapat tumbuh lebih besar dengan strategi yang tepat serta komunikasi pemasaran yang lebih efektif,” katanya.
Namun selama mengikuti program tersebut, Anggi merasakan berbagai perkembangan positif dalam usahanya. Pertumbuhan terlihat dari bertambahnya jumlah petani mitra yang bergabung, semakin luasnya pasar yang dapat dijangkau, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk yang ia kembangkan.
Performa bisnis Embun818 pun menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, omzet usaha yang dijalankan Anggi tercatat meningkat lebih dari 30 persen
dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepercayaan pasar terhadap produk Embun818 juga semakin meningkat, khususnya dari sektor hotel dan restoran. Bahkan setelah meraih predikat juara
dalam IMA UMKM Award, jumlah pesanan yang diterima meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Bagi Anggi, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usaha sekaligus memberdayakan lebih banyak petani mitra. Ia pun berharap
pengalaman yang ia bagikan dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi, belajar, dan berani mengambil langkah untuk
mengembangkan usaha.
Kisah perjalanan Anggi menunjukkan bahwa dengan ketekunan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus belajar, sebuah usaha yang dimulai dari
langkah sederhana dapat berkembang menjadi bisnis yang memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Cerita Pilar Indonesia Kembangkan Pariwisata Berbasis Komunitas
Dengan latar belakang yang kuat dan pengalaman yang mumpuni, Indra Wardhani memulai inisiatif bisnis pariwisata berbasis komunitas di Lombok,
Indonesia pada Januari 2018 melalui sebuah inisiatif bernama Pilar Indonesia.
Indra meyakini bahwa upaya transformasi pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud melalui sinergi berbagai aspek, mulai dari pertumbuhan ekonomi,
pendidikan, kesehatan masyarakat, kemajuan teknologi, perkembangan sosial, hingga pengelolaan lingkungan yang bijaksana.
Keyakinan tersebut menjadi fondasi utama bagi Indra dalam mengembangkan Pilar Indonesia di Lombok dengan membangun kemitraan yang erat bersama
masyarakat setempat.
“Pilar Indonesia berdiri pada awal tahun 2018 melalui kompetisi grant dari Pemerintah Australia. Saat itu terdapat sekitar 600 proposal yang ikut
berkompetisi dan hanya 25 proposal terbaik yang terpilih. Dengan modal awal Rp100 juta, saya mulai membangun destinasi ekowisata berbasis masyarakat di
Lombok, termasuk di Desa Wisata Bonjeruk dan Desa Wisata Lantan. Masyarakat di sana menjadi sumber daya utama dalam pengembangan Pilar Indonesia,”
ujar perempuan lulusan Master of Business Administration dari INTI International University, Malaysia tersebut.
Pada tahap awal pengembangannya, Indra menginisiasi program penguatan kapasitas bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Melalui program ini, Indra
bersama Pilar Indonesia membangun pemahaman masyarakat mengenai berbagai pilar pengembangan desa ekowisata agar mereka mampu menjadi
penggerak utama dalam mengelola, mengembangkan, serta mempromosikan potensi pariwisata di daerahnya.
Dalam perjalanannya, perempuan penerima beasiswa Australia Awards tersebut juga menghadapi berbagai tantangan besar. Mulai dari bencana gempa bumi
berkekuatan 7,2 skala Richter hingga pandemi COVID-19 yang terjadi pada periode 2019 hingga 2020. Namun, dengan komitmen dan pola pikir yang kuat,
Indra berhasil melewati berbagai tantangan tersebut dan bahkan memperluas pengembangan desa wisata melalui Pilar Indonesia hingga ke Desa Wisata Long
Gie di Kalimantan Timur.
Tidak hanya itu, dengan jiwa kewirausahaan yang dimilikinya, Indra juga mengembangkan usaha ekspor kerajinan anyaman rotan. Di sisi lain, pengembangan Desa Wisata Bonjeruk pun menunjukkan hasil yang signifikan dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 60 ribu wisatawan setiap tahunnya.
“Tentu perjalanan membangun Pilar Indonesia hingga mencapai titik ini bukanlah hal yang mudah. Dalam setiap prosesnya pasti ada berbagai rintangan yang
harus dihadapi. Karena itu, kita perlu terus memperkuat strategi agar bisnis dapat tetap bertumbuh. Saya menanamkan tiga kunci utama dalam menjalankan Pilar Indonesia, yaitu entrepreneurial mindset, strategic thinking, serta mental and personal strength,” ujar Indra.
Menurutnya, dengan memiliki entrepreneurial mindset, pelaku UMKM perlu mampu menciptakan inovasi yang menghadirkan konsep unik sekaligus memberikan nilai nyata bagi masyarakat maupun investor. Selain itu, agar inovasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan, pelaku UMKM juga perlu memiliki visi bisnis yang jelas, disertai perencanaan yang matang, tajam, dan realistis melalui strategic thinking.
“Namun, kemampuan entrepreneurial mindset dan strategic thinking tidak akan berkembang apabila pelaku usaha tidak memiliki mental dan personal strength
untuk menyampaikan ide serta visi bisnisnya secara jelas,” tambahnya.
Berkat berbagai upaya tersebut, Pilar Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang IMA UMKM Award 2025 dan berhasil meraih Juara 1 untuk kategori Wisata,
sekaligus melanjutkan langkah ke kompetisi di tingkat internasional. Selama mengikuti program pembinaan dalam IMA UMKM Award, Pilar Indonesia juga
berhasil memperkuat persiapan bisnis dan strategi investasi untuk lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan eksposur melalui pengembangan website dan
media sosial.
Saat ini, melalui Pilar Indonesia, Indra tengah mengembangkan tiga desa wisata baru, yaitu Desa Wisata Senaru dan Desa Wisata Bayan yang berkolaborasi
dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, serta Desa Wisata Sembalun yang dikembangkan bersama Bank Indonesia.
IMA UMKM Award 2026 untuk UMKM Indonesia
Indonesia salah satu negara di posisi ketiga dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Besarnya jumlah penduduk ini tentu memberikan tantangan tersendiri
bagi pemerintahannya dalam menangani beragam kesenjangan sosial, mulai dari angka kemiskinan hingga pengangguran. Pembinaan dan pengembangan
UMKM menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembentukan Kementerian UMKM yang bertujuan agar pemerintah dapat berfokus dalam mengembangkan UMKM di
Indonesia. Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai lebih dari 65 juta unit dan tersebar di berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan tangan,
hingga teknologi digital.
Diproyeksikan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) secara Nasional mencapai 60,5% dengan menyerap 97% dari total tenaga kerja di
Indonesia. Tentu, dampak besar dari UMKM menjadi kunci utama pentingnya program pelatihan dan pengembangan UMKM yang lebih baik. IMA UMKM Award
menjadi inisiatif yang akan diselenggarakan secara berkelanjutan oleh IMA guna mendukung program pemerintah untuk dapat mengembangkan UMKM agar
mampu bersaing hingga ke kancah internasional.
Program yang mengusung pelatihan hingga pendampingan pengembangan bisnis tersebut memberikan berbagai pengetahuan melalui beragam modul,
mulai dari pengetahuan mengenai branding, perencanaan pemasaran, pembelajaran mengenai mindset entrepreneur, hingga pengetahuan mengenai
pentingnya dampak sustainability dari bisnis yang dijalankan.
“Kita harus menjaga UMKM di Indonesia agar dapat tumbuh guna mendorong perekonomian di Indonesia. Tentunya, dengan dukungan yang diberikan oleh
berbagai pemangku kepentingan, program ini dapat terus berlangsung dan jauh lebih optimal pada tahun-tahun berikutnya,” tutur Erik Hidayat selaku Vice
President UMKM IMA.
Editor: denkur

Opini Pembaca