| Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut menggelar Sosialisasi Prosedur Bekerja Aman ke Luar Negeri dan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Aula Kantor Disnakertrans, Jalan Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman, legal, dan bermartabat.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, mengajak para jurnalis di Kabupaten Garut untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai layanan ketenagakerjaan dan prosedur aman bekerja di luar negeri.
"Siapa tahu dari apa yang telah rekan-rekan terima siang ini informasinya bisa disebarluaskan kepada masyarakat," ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Nia menyampaikan, Disnakertrans memiliki tiga fokus utama, yaitu transmigrasi, tenaga kerja, dan pekerja migran. Ia juga menyampaikan perubahan istilah Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
"Artinya kita mengubah paradigma. Kalau TKW dan TKI itu kesannya identiknya dengan pengurus rumah tangga biasa. Dengan kata 'Pekerja Migran', ini lebih meningkatkan profesionalitas pekerjaan, sehingga kita sebagai bangsa yang bermartabat tidak lagi di injak-injak sebagai pengirim tenaga kerja wanita terbanyak," ucapnya.
Nia juga menyoroti kasus pekerja migran yang berangkat tanpa prosedur resmi, terutama ke sejumlah negara seperti Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Beberapa kejadian yang diterima pihaknya dari laporan masyarakat, ungkapnya, mereka yang bekerja di negara-negara tersebut berangkat secara tidak prosedural.
"Terutama di Kamboja, Vietnam, dan Thailand," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Rahany Eka Pratiwi, mengatakan kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan BP2MI Nomor 2 Tahun 2026 tentang prosedur penempatan pekerja migran Indonesia.
"Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk penyebarluasan informasi lowongan kerja ke luar negeri kepada masyarakat dan juga pengenalan dunia kerja ke luar negeri," ucapnya.
