I Sebanyak 1.1018,922 jiwa warga Jawa Barat (Jabar) terdampak musim kemarau. Hingga Kamis (24/92026), kekeringan melanda hamir merata di seluruh wilayah kaupaten dan kota di Jabar.
Warga terdampak seluruh daerah yang dilanda kekeringan itu kesulitan mendapattkan air bersih, air pertanian dan mandi cuci kakus (MCK). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan, dampak kekeringan tersebar di 688 desa/kelurahan yang berada di 247 kecamatan.
Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat memaparkan, hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat telah melaporkan kejadian kekeringan. Kabupaten Kuningan menjadi satu-satunya daerah yang hingga saat ini belum melaporkan adanya warga terdampak kekeringan.
“Jumlah desa/kelurahan terdampak saat ini mencapai 688 desa/kelurahan, kecamatan 247, KK terdampak ada 307.295, dan jumlah jiwa terdampak 1.018.922,” ujar Hadi.
Adapun jumlah warga terdampak paling banyak terjadi di Bogor. Di Bogor jumlah warga terdampak kekeringn sebanyak 326.445 jiwa dari 95.310 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Setelah Kabupaten Bogor, jumlah warga terdampak terbanyak ada di Kabupaten Purwakarta dengan 99.525 jiwa, Kabupaten Bekasi 93.236 jiwa, Kabupaten Tasikmalaya 76.929 jiwa, dan Kota Tasikmalaya 55.782 jiwa. “Sementara itu, Kabupaten Bandung mencatat 41.718 jiwa terdampak, disusul Kabupaten Karawang sebanyak 39.147 jiwa dan Kabupaten Ciamis 33.878 jiwa,” kata Hadi. Sementara itu, daerah dengan jumlah warga terdampak paling sedikit di antaranya Kota Bogor sebanyak 1.660 jiwa, Kota Bekasi 2.700 jiwa, Kota Cimahi 3.100 jiwa, Kota Bandung 3.615 jiwa, dan Kabupaten Majalengka 4.899 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak, BPBD Jawa Barat bersama pihak terkait mendistribusikan air ke hampir seluruh wilayah yang mengalami kekeringan.
Hadi mengungkapkan, rekapitulasi BPBD Jawa Barat per 21 September 2026 pukul 15.00, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai sekitar 27,63 juta liter. “Berdasarkan rekap BPBD Jabar per 21 September 2026 pukul 15.00, total distribusi air mencapai sekitar 27,63 juta liter,” ujarnya.
Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan distribusi air bersih terbesar, yakni mencapai 11.276.080 liter. Selanjutnya Kabupaten Bogor dengan 5.512.000 liter, Kabupaten Ciamis 1.599.000 liter, Kabupaten Pangandaran 1.380.000 liter, dan Kota Tasikmalaya sebanyak 1.226.000 liter. Distribusi air juga dilakukan ke sejumlah daerah lainnya. Kabupaten Karawang menerima 1.133.000 liter, Kabupaten Purwakarta 1.066.000 liter, Kabupaten Tasikmalaya 640.000 liter, Kabupaten Bandung Barat 488.000 liter, dan Kabupaten Garut sebanyak 447.000 liter. “Sementara itu, Kabupaten Kuningan belum mencatat adanya distribusi air karena belum terdapat laporan warga terdampak kekeringan dalam rekap BPBD Jabar tersebut,” katanya. Kebakaran Sementara itu, sedikitnya 64 kejadian kebakaran tercatat berlangsung di Kota Cimahi hingga pertengahan September 2026. Musim kemarau panjang hingga kelalaian warga menjadi pemicu utama meningkatnya kebakaran di Kota Cimahi.
