Logo
Nasional

Kunjungi Longsor Pasirlangu, Wamensos RI Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi Terpenuhi 

Kunjungi Longsor Pasirlangu, Wamensos RI Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi Terpenuhi 
Foto: Istimewa

Kebutuhan dasar para pengungsi harus dipenuhi.


DARA | Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, temui para pengungsi korban longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (6/2/2026).

Wamensos ingin memastikan kebutuhan darurat pengungsi terpenuhi. Ia bertemu langsung dengan para pengungsi di Aula Desa Pasirlangu.

“Hari ini saya atas nama kementerian sosial mengunjungi para pengungsi Desa Pasirlangu. Kami ingin memastikan bahwa para pengungsi terdampak bencana longsor tertata dengan baik dan seluruh kebutuhan daruratnya terpenuhi,” ujar Agus.

Ia juga memastikan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh para pengungsi seperti makanan, pakaian, tempat tidur, hingga fasilitas pengungsian telah tersedia dengan baik. 

Selain itu, kondisi anak-anak di lokasi pengungsian juga menjadi perhatian khusus.

“Anak-anak yang kami kunjungi di pengungsian dalam kondisi stabil, tidak tertekan, bahkan terlihat ceria dan bahagia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Sosial juga menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat longsor.

Tahap pertama, santunan diberikan kepada 23 ahli waris, terdiri dari 21 ahli waris korban di Desa Pasirlangu dan 2 ahli waris dari Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.

“Karena belum seluruhnya, pemberian santunan ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 23 orang, sisanya akan disalurkan pada tahap berikutnya setelah diusulkan oleh Sekda Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.

Agus menambahkan, selain santunan, Kemensos juga telah mendirikan dapur umum serta menyalurkan bantuan buffer stock.

Total nilai bantuan Kemensos untuk santunan dan buffer stock mencapai Rp1.107.650.450.

Sedangkan bantuan dapur umum belum termasuk dan diperkirakan total keseluruhan bantuan dapat mencapai sekitar Rp2 miliar.

Lebih lanjut, wamensos menyampaikan bahwa setelah masa tanggap darurat berakhir, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan melakukan evaluasi dan asesmen untuk masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk rencana relokasi rumah warga, perbaikan infrastruktur jalan, listrik, dan jaringan air bersih.

“Apabila anggaran Pemkab Bandung Barat tidak mencukupi, dapat diajukan ke pemerintah provinsi, dan jika masih kurang akan ditingkatkan ke pemerintah pusat untuk penanganan pascabencana,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wamensos juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia akibat longsor di Desa Pasirlangu dan Desa Sukajaya.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor ini,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari Pemkab Bandung Barat, relawan, Tim SAR, Tagana, pendamping sosial, PUPR, TNI, Polri, hingga seluruh unsur relawan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Saya berharap pendampingan ini terus dilakukan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Agus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat tingginya curah hujan yang masih berlangsung.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu waspada, terutama di daerah rawan bencana, karena curah hujan tinggi masih terjadi dari Desember hingga April,” ujarnya.

Editor: denkur