Peras Kepala Desa, Oknum Anggota LSM Kena OTT Polres Subang
Oknum anggota LSM kena OTT Polres Subang.
DARA | Oknum anggota sebuah LSM tersebut diduga memeras sejumlah kepala desa di Kabupaten Subang.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono
Kapolres mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pengaduan salah seorang kepala desa di Kecamatan Pamanukan yang merasa resah atas dugaan pemerasan yang dilakukan oknum angggota LSM.
“Pelaku diduga melakukan pemerasan dengan modus meminta sejumlah uang kepada para kepala desa disertai ancaman akan mempublikasikan dan melaporkan kegiatan serta anggaran desa kepada aparat penegak hukum apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi,” ujar kapolresdalam press release di Aula Patriatama Polres Subang, Kamis sore (15/1/2026).
Modus yang dilakukan pelaku, lanjut kapolres, diawali dengan pengiriman surat permintaan data Anggaran Dana Desa (ADD) dan aset desa yang terkesan mencari-cari kesalahan. Selanjutnya, terduga pelaku menghubungi para kepala desa dengan nada intimidatif dan menawarkan “koordinasi” berbayar agar tidak dilaporkan maupun diviralkan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Sat Reskrim Polres Subang bersama Polsek Pamanukan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Subang berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Minggu, 11 Januari 2026, di Kantor Desa Pamanukan Hilir.
Dalam OTT tersebut, petugas mengamankan TY, yang diketahui merupakan suruhan dari WY, oknum ketua salah satu LSM yang kini masih dalam pengejaran petugas.
Penangkapan dilakukan saat pelaku tengah menerima uang dari dua orang kepala desa tanpa perlawanan.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp2.500.000, dua unit handphone milik pelaku, satu unit sepeda motor Honda, surat somasi yang digunakan untuk mengancam korban, bukti percakapan whatsApp antara pelaku dan korban.
Berdasarkan keterangan sementara, pelaku diduga telah menerima uang dengan total Rp8.750.000 dari sedikitnya 13 kepala desa di Kecamatan Pamanukan dan Kecamatan Sukasari.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.
Editor: denkur
