Logo
Featured Image
Kang Tohir
Catatan

Kumpulan Puisi Santri Istiqomah karya Kang Thohir

Jurnalis
Wartawan Redaksi
Editor Denkur 17 April 2026

Inilah kumpulan puisi Santri Istiqomah karya Kang Thohir.


Unik Barang Antik

Unik setiap barang antik
Dikulik zaman dulu ke zaman sekarang
Pada tertarik karena menarik
Barang itu dulu selalu ada, tapi sekarang arang-arang

Brebes, 20 Oktober 2023

Retak Sudah Harapam

Retak sudah harapan
Dihantam bebatuan
Lunglai menepi jalan
Hingga menuai tangisan

Brebes, 20 Oktober 2023

Santri Istiqomah

Santri mengeban amanah
Ketika pulang rumah
Tetap di jalan istiqomah
Hingga menemui jannah

Brebes, 21 Oktober 2023

Rumah Separo Tengah Selatan

Rumah separo di tengah
Menghadap arah selatan
Meski memakai lantai merah
Tegak dan kokoh penuh harapan

Brebes, 21 Oktober 2023

Pepohonan

Pepohonan kering kerontang
Rontok, gugur, terbang
Dedaunan putat berserakan
Ditepi kali dan jembatan

Brebes, 21 Oktober 2023

Ilusi yang Bernaluri

Lagi pula aku hanya ilusi
Pada secercah cahaya yang bernaluri
Meski hanya berbeda pandangan mata
Namun hakikatnya bukan dusta

Brebes, 21 Oktober 2023

Lemah Tetap Melangkah

Meski aku lemah

Aku tetap melangkah
Setetes air harapan semoga merekah
Pada asa bertabur bunga segar di taman indah
Semoga berkah

Brebes, 21 Oktober 2023

Gerobak Kenangan

Gerobak rusak di pinggir jalan
Menepi pada angan
Sejuta penuh kenangan
Menatap aksa hirup atma bak bayangan

Brebes, 21 Oktober 2023

Lantai Putih Pecah

Lantai putih kian retak dan pecah
Sulit aku melangkah
Pada jalan rumah

Ditambal semen ditaburi asa pun berubah

Brebes, 21 Oktober 2023

Dua Motor Berdebu

Dua motor berdebu
Yang satu kemasukan banyak tikus
Aku pun panik dan ragu
Pada kabel motor takut ada yang putus

Brebes, 21 Oktober 2023

Membaca Novel Ceplik

Asyik membaca buku novel Ceplik karya Wa Nanang
Enggak terasa sudah siang
Aku seakan masih terbayang
Pada plot cerita yang khas
Ajib dan pas

Brebes, 21 Oktober 2023

Bionarasi Penulis: 

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah tepatnya dari Desa Kupu, Kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-
sayuran di ladang sawahnya.

Kini, sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat untuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis.

Selain menulis juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan.***

 

Opini Pembaca