Inilah kumpulan puisi Santri Istiqomah karya Kang Thohir.
Unik Barang Antik
Unik setiap barang antik
Dikulik zaman dulu ke zaman sekarang
Pada tertarik karena menarik
Barang itu dulu selalu ada, tapi sekarang arang-arang
Brebes, 20 Oktober 2023
Retak Sudah Harapam
Retak sudah harapan
Dihantam bebatuan
Lunglai menepi jalan
Hingga menuai tangisan
Brebes, 20 Oktober 2023
Santri Istiqomah
Santri mengeban amanah
Ketika pulang rumah
Tetap di jalan istiqomah
Hingga menemui jannah
Brebes, 21 Oktober 2023
Rumah Separo Tengah Selatan
Rumah separo di tengah
Menghadap arah selatan
Meski memakai lantai merah
Tegak dan kokoh penuh harapan
Brebes, 21 Oktober 2023
Pepohonan
Pepohonan kering kerontang
Rontok, gugur, terbang
Dedaunan putat berserakan
Ditepi kali dan jembatan
Brebes, 21 Oktober 2023
Ilusi yang Bernaluri
Lagi pula aku hanya ilusi
Pada secercah cahaya yang bernaluri
Meski hanya berbeda pandangan mata
Namun hakikatnya bukan dusta
Brebes, 21 Oktober 2023
Lemah Tetap Melangkah
Meski aku lemah
Aku tetap melangkah
Setetes air harapan semoga merekah
Pada asa bertabur bunga segar di taman indah
Semoga berkah
Brebes, 21 Oktober 2023
Gerobak Kenangan
Gerobak rusak di pinggir jalan
Menepi pada angan
Sejuta penuh kenangan
Menatap aksa hirup atma bak bayangan
Brebes, 21 Oktober 2023
Lantai Putih Pecah
Lantai putih kian retak dan pecah
Sulit aku melangkah
Pada jalan rumah
Ditambal semen ditaburi asa pun berubah
Brebes, 21 Oktober 2023
Dua Motor Berdebu
Dua motor berdebu
Yang satu kemasukan banyak tikus
Aku pun panik dan ragu
Pada kabel motor takut ada yang putus
Brebes, 21 Oktober 2023
Membaca Novel Ceplik
Asyik membaca buku novel Ceplik karya Wa Nanang
Enggak terasa sudah siang
Aku seakan masih terbayang
Pada plot cerita yang khas
Ajib dan pas
Brebes, 21 Oktober 2023
Bionarasi Penulis:
Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah tepatnya dari Desa Kupu, Kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-
sayuran di ladang sawahnya.
Kini, sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat untuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis.
Selain menulis juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan.***
