Logo
Featured Image
Ilustrasi (Foto: Alodokter)
Bandungraya

Waspada! Kasus Campak di Bandung Barat Meningkat, Simak Imbauan dari Dinkes KBB

Jurnalis
Wartawan Heni Suhaeni
Editor Denkur 21 April 2026

Kasus suspek campak di Bandung Barat mengalami peningkatan.


DARA | Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat mencatat, kasus suspek campak hingga kini mencapai 483 kasus dengan hasil (+) konfirmasi lab 117 tersebar di 15 kecamatan.

Kasus positif terbanyak di wilayah Kecamatan Padalarang dengan 22 kasus dan Ngamprah sebanyak 20 kasus. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KBB, dokter Enung Masruroh mengatakan, hingga kini pihaknya masih menerima laporan kasus baru suspek campak dari rumah sakit dan Puskesmas di wilayahnya.

"Sampai hari ini, (Dinkes KBB) masih menerima laporan kasus dari rumah sakit dan Puskesmas. Sampai dengan hari ini ada 483 kasus suspek campak dengan hasil (+) konfirmasi lab 117 tersebar di 15 kecamatan," ujarnya, saat dihubungi Selasa (21/4/2026).

Upaya yang dilakukan Dinkes Bandung Barat terkait penyakit menular tersebut saat ini, diantaranya memberikan Vitamin A kepada pasien campak ke seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit.

Selain itu, melakukan pelacakan kasus campak di daerah yang terkena suspek. Kemudian serta mengedukasi masyarakat tentang campak tersebut.

Menurutnya, masyarakat harus waspada agar tidak tertular oleh penyakit tersebut dengan melakukan pencegahan preventif melalui menjaga kebersihan dan  imunisasi.

Ia menegaskan, langkah preventif yang efektif, seperti: 
1. Vaksinasi (paling penting)
Dapatkan vaksin Vaksin MMR (melindungi dari campak, gondongan, dan rubella). 
Biasanya diberikan saat anak usia 9–12 bulan, dengan dosis lanjutan sesuai jadwal. 

Orang dewasa yang belum pernah vaksin atau belum lengkap juga dianjurkan untuk imunisasi. 

2. Hindari kontak dengan penderita
Campak sangat menular melalui udara (batuk/bersin). Jika ada orang dengan gejala (demam, ruam, mata merah), jaga jarak dan gunakan masker. 

3. Jaga kebersihan diri cuci tangan rutin dengan sabun. Hindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih. Terapkan etika batuk dan bersin. 

4. Tingkatkan daya tahan tubuh
Konsumsi makanan bergizi (buah, sayur, protein).  Istirahat cukup dan olahraga teratur. 

5. Ventilasi dan lingkungan sehat
Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari kerumunan saat ada wabah. 
Kalau kamu atau orang di rumah mulai menunjukkan gejala campak, sebaiknya segera periksa ke tenaga kesehatan agar bisa ditangani dan mencegah penularan lebih lanjut.

Enung juga menjelaskan jika penyakit ini mudah menular. Cara penularannya terutama melalui :
1. Percikan droplet (batuk dan bersin)
Saat penderita batuk, bersin, atau bahkan berbicara, virus menyebar lewat percikan kecil di udara. Orang lain bisa tertular jika menghirupnya.

2. Udara (airborne)
Virus campak bisa bertahan di udara dalam ruangan hingga beberapa jam. Jadi, seseorang bisa tertular meski tidak kontak langsung, cukup berada di ruangan yang sama dengan penderita sebelumnya.

3. Kontak dengan benda terkontaminasi
Menyentuh permukaan atau benda yang terkena virus (misalnya meja, gagang pintu), lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata.

4. Kontak dekat dengan penderita
Berada dekat dengan orang yang terinfeksi, terutama di rumah atau tempat ramai, sangat meningkatkan risiko penularan.

Selain itu, Ia menjelaskan untuk menghindari penyakit campak, masyarakat harus melakukan;

1. Vaksinasi lengkap
Dapatkan Vaksin MMR sesuai jadwal. Ini adalah perlindungan paling kuat, baik untuk anak maupun orang dewasa yang belum imun. 

2. Hindari kontak dengan orang sakit
Jaga jarak dari penderita (terutama yang demam, batuk, mata merah, dan ruam). Jika ada anggota keluarga sakit, usahakan isolasi sementara di ruangan terpisah. 

3. Gunakan masker di situasi berisiko
Terutama saat berada di tempat ramai atau saat ada kasus campak di sekitar. 

4. Jaga kebersihan tangan dan diri
Cuci tangan dengan sabun secara rutin. Hindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih. 

5. Perbaiki sirkulasi udara
Buka jendela atau pastikan ventilasi baik, karena virus bisa bertahan di udara dalam ruangan. 

6. Tingkatkan daya tahan tubuh
Makan bergizi, cukup tidur, dan rutin aktivitas fisik. 

7. Segera periksa jika ada gejala
Jika muncul demam, batuk, mata merah, lalu diikuti ruam, segera ke fasilitas kesehatan dan batasi kontak dengan orang lain.

Tip lainnya disampaikan dr. Enung agara tidak tertular campak, dalah divaksin MMR.

"Vaksin MMR melindungi dari campak, gondongan, dan rubella sekaligus. Sangat efektif dalam mencegah infeksi dan juga mengurangi keparahan jika sampai tertular," jelasnya.***

 

Opini Pembaca