| Pemkab Bandung Barat pada tahun 2026 menyiapkan 367 unit rumah layak huni. Sebanyak 118 unit berada di kawasan kumuh, sementara 249 unit lainnya tersebar di luar kawasan kumuh.
Program bantuan terhadap warga yang memiliki rumah tidak layak huni (rutilahu) sebagai upaya Pemkab Bandung Barat dalam mengenyaskan kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, program rutilahu tersebut merupakan pemenuhan tempat tinggal yang aman, sehat, dan memiliki sanitasi memadai
"Ini menjadi salah satu prioritas Pemkab Bandung Barat, hunian yang layak merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Asep, Rabu (16/9/2026).
Untuk pembangunan rutilahu tersebut, wabup menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara langsung untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai rencana.
Iapun memastikan, bantuan tepat sasaran sehingga diterima oleh warga yang berhak memperolehnya.
Selain itu, wabup juga akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan pada saat pembangunannya.
"Pengerjaan bangunannya harus tepat sasaran, transparan, serta memenuhi standar hunian yang layak dan sehat.
“Peninjauan langsung penting untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai ketentuan dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi penerima,” tuturnya.
Pelaksanaan program rutilahu, tidak melulu mengandalkan anggaran dari pemerintah saja. Bantuan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang ikut bergotong royong mendampingi proses pengerjaannya, sangat berarti.
Ia menambahkan Pemkab Bandung Barat berkomitmen untuk terus mengawal dan mengevaluasi pengerjaan 367 unit Rutilahu tahun anggaran 2026 agar terselesaikan tepat waktu, transparan, dan akuntabel.
"Saya berharap pelaksanaan program tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima bantuan," pungkasnya.
